gerbang baru nusantara

Pemprov Diminta Beri Bantuan Kalangan Koperasi dan Karang Taruna Serta Perbaiki Jalan Antar Desa

Pemprov Diminta Beri Bantuan Kalangan Koperasi dan Karang Taruna Serta Perbaiki Jalan Antar Desa

Rofik Hardian
Senin, 02 Maret 2020
Bagikan img img img img

Pemprov Diminta Beri Bantuan  Kalangan Koperasi dan Karang Taruna Serta Perbaiki Jalan Antar Desa

Anggota DPRD Jatim H.Suwandy Firdaus saat reses akan konsentrasi  persoalan bantuan ibu-ibu yang memiliki koperasi  untuk mengembangkan usahanya dalam membantu perekonomian keluarga dan para kalangan milinial yang tergabung dalam wadah Karang Taruna untuk di perdayakan . 

Politisi asal Fraksi NasDem DPRD Jatim  ini mengatakan  dalam pertemuan dengan masyarakat yang dilakukan saat serap aspirasi warga masih banyak  keluhan soal pembangunan infrastruktur. Namun menarik, ada yang mencurahkan isi hatinya (curhat) ingin membantu suaminya dalam mencari nafkah.

"Ada masyarakat, yaitu ibu-ibu rumah tangga ingin membuat suatu usaha kecil yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat desa supaya tidak tergantung pada suaminya yang bekerja di pabrik," ucap Suwandy saat ditemui di gedung DPRD Jatim, Senin ( 2/2).

Lebih lanjut Suwandy mencontohkan  keluhan itu didapatnya dari warga Desa Sampang Agung, Mojokerto. Ia pun memberi penjelasan bahwa keinginan itu bisa direalisasikan melalui pengembangan Koperasi Wanita (Kopwan).

"Makanya nanti ada pengembangan koperasi wanita  yang saat ini sebenarnya sudah berjalan. Tinggal kita kembangkan lagi agar bisa lebih berguna dan bermanfaat bagi ibu-ibu yang ingin membantu mencari nafkah," ungkap pria asli Mojokerto ini.

Selain pengembangan koperasi wanita, lanjut Suwandy, akan ada bantuan dana usaha berupa pinjaman lunak bagi para pemuda yang tergabung dalam wadah karang taruna . Dari pinjaman modal itu bisa dimanfaatkan untuk membuat berbagai jenis usaha kecil. 

"Kedua, ada kredit usaha kecil untuk usaha-usaha yang di rumah. Seperti, untuk peracangan di rumah, toko-toko, kemudian produk unggulan yang ada di desa harus ada bantuan berupa pinjaman lunak. Atau malah jika perlu, dana hibah," tegas Suwandy.

Sedangkan terkait infratruktur, masyarakat mengeluhkan jalan-jalan desa masih banyak yang rusak. "Akses dari desa ke desa kesulitan, jembatan-jembatan gorong-gorong, banyak yang perlu perbaikan," urai dia.

Selain itu, sebagian desa juga ingin punya pasar tradisional. Sebab pasar tradisional yang ada, jauh dari desa tersebut. Biasanya pasar tradisional hanya ada di kecamatan.

"Warga ingin punya pasar sendiri. Agar usaha tani bisa dijual di situ juga. Belanja juga dekat. Tidak perlu jauh-jauh. Dari desa ke kecamatan itu biasanya jaraknya lebih dari 10 kilometer," tegas dia.

"Kebetulan saya duduk di Komisi E yang membidangi Kesejahteraan rakyat ,oleh karena itu persoalan tersebut  akan saya sampaikan ke lembaga DPRD Jatim , untuk segera diperjuangkan," pungkas Suwandy

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu