gerbang baru nusantara

Pengawasan Bengawan Solo Harus Diperkuat

Pengawasan Bengawan Solo Harus Diperkuat

Rahmat Hidayat
Senin, 28 September 2020
Bagikan img img img img

Pemerintah provinsi Jawa Timur dengan Pemprov Jawa Tengah terus diperkuat pengawasan, penggelolaan dan penanganan dampak sungai Bengawan Solo. Sinergitas ini dihadiri DPRD Jatim dan Pemprov Jawa Tengah. Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anwar Sadad, Senin (28/9/2020), menjelaskan, Bengawan Solo menjadi wilayah penting antara wilayah Jatim dengan Jawa Tengah. Berbagai upaya sudah dilakukan kedua pemangku kebijakan ini. Termasuk mengakhiri persoalan pencemaran limbah dengan memberi peringatan tegas kepada perusahaan yang ada di sekitar DAS Bengawan Solo. Sinergitas ini salah satunya juga menata perusahaan besar maupun indusri kecil di sekitar Sungai Bengawan Solo melaksanakan komitmen untuk tidak membuang limbah ke sungai. Karena menjaga kelestarian lingkungan ini juga penting," tegas Anwar Sadad. Politisi Partai Gerindra Jatim ini, menyebutkan merupakan sungai terpanjang di pulau Jawa, yakni kurang-lebih 600 kilometer. "Ini melibatkan 2 Provensi Jatim dan Jateng," tegas Anwar Sadad. Anwar Sadat menambahkan, Bengawan Solo melewati 17 kabupaten dan 3 kota. "Sungai ini menjadi sumber baku mutu air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti domestik, irigasi dan industri," tegas dia. Meski begitu, lanjut Anwar Sadad, kepadatan penduduk yang cukup tinggi, pemanfaatan lahan yang tidak konservatif. Penjarahan hutan, penambangan pasir, dan pengambilan air baku liar, menjadi permasalahan di wilayah Sungai Bengawan Solo. "Masih terjadi kerusakan hutan, pencemaran air sungai, bencana alam, menjadi penyebab dampak kerusakan lingkungan di sepanjang Bengawan Solo," tandas dia.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu