Stunting Tinggi, Sri Subianti: Perlu Ada Peningkatan Gizi Di Jatim
Stunting Tinggi, Sri Subianti: Perlu Ada Peningkatan Gizi Di Jatim
Anggota Komisi E DPRD Jatim Sri Subianti angkat bicara terkait tingginya stunting di Jatim.
Menurut wanita yang juga FPD DPRD Jatim, pihaknya berharap perlu adanya peningkatan gizi di Jatim dalam penanganan stunting di Jatim.” Jika nantinya diperlukan penambahan anggaran untuk penambahan gizi pada anak di Jatim, kami juga akan support untuk itu,”ungkap wanita yang akrab dipanggil Antie ini saat dikonfirmasi di Surabaya, selasa (26/1/2021).
Diungkapkan oleh Sri Subianti, peran keluarga juga dinilai mempengaruhi stunting di Jatim. “ Kami minta agar Pemprov memberikan edukasi kepada masyarakat tentang stunting. Bagaimana pencegahan dan penanganan seperti apa untuk stunting. Beri wawasan kepada masyarakat terkait gizi terutamannya,”jelasnya.
Ditambahkan oleh Sri Subianti, bahaya stunting penting untuk diwaspadai lantaran dampaknya buruk pada anak.Secara fisik tumbuh kembang tidak seimbang, seperti tingginya di bawah normal atau lebih pendek, kemampuan intelektualnya rendah, dan saat dewasa berpotensi ada gangguan metabolisme. Seperti diabetes dan hipertensi, serta gangguan metabolisme lainnya.
Sekedar diketahui, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim, Andriyanto, IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar yakni kesehatan dilihat dari usia harapan hidup masyarakat, pendidikan anak usia 7 tahun dan ekonomi soal standar hidup layak.
“Pertanyaannya sekarang adalah, mengapa peringkat Jatim masih relatif rendah dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa?. Hal ini dikarenakan Jatim masih menghadapai masalah stunting yang berimplikasi terhadap kualitas SDM,” ujar Andriyanto, saat dikonfirmasi, Senin (25/1).
Dijelaskannya, tingginya prevalensi stunding di Indonesia yakni 27,7 persen dan Jatim 26,9 persen menunjukkan masalah kesehatan masih menjadi permasalahan yang serius.










