Anggota Komisi B DPRD Jatim Noer Soetjipto mengatakan pihaknya merasa prihatin hingga saat ini pupuk di Jatim mengalami kelangkaan.
“ Saat turun ke dapil, semua mengeluh karena masalah pupuk. Entah harga mahal ataupun kondisi dilapangan tak ada,”jelasnya saat dikonfirmasi di Surabaya, rabu (24/2/2021).
Politisi asal Partai Gerindra ini mengatakan pihaknya berharap agar pemerintah memberikan kesejahteraan kepada petani di Jatim, salah satunya dengan pemenuhan pupuk yang diharapkan petani.
“ Bayangkan saja pupuk di Petrokimia harganya Rp 6000. Ini jelas memberatkan petani. Kami berharap agar pemerintah menanggapi keluhan petani terkait pupuk,”jelasnya.
Pria asal Trenggalek ini menambahkan pihaknya juga heran adanya statemen dari Pemprov Jatim yang menjamin ketersediaan pupuk di Jatim.
“ Saya heran sekali Dinas Pertanian Jatim selalu bilang kalau ketersediaan pupuk di Jatim aman. Tapi faktanya sampai detik ini ketersediaan pupuk masih minim. Ini yang kami pertanyakan,”tandasnya.
Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Jatim Hadi Sulistyo dalam beberapa kesempatan menepis adanya informasi jika pupuk di wilayah setempat mengalami kelangkaan. Pria yang saat ini Pj Bupati Jember ini menegaskan bahwa ketersediaan atau stok pupuk di Jatim saat ini masih melimpah. Sebab, alokasinya terus ditambah dari Kementerian Pertanian.










