gerbang baru nusantara

Butuh Gercep Bantuan Pemerintah, Nelayan Sumenep Menjerit Dampak Kenaikan BBM

Butuh Gercep Bantuan Pemerintah, Nelayan Sumenep Menjerit Dampak Kenaikan BBM

Try Wahyudi
Jumat, 09 September 2022
Bagikan img img img img

Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM berimbas terhadap pemenuhan kebutuhan BBM solar bagi nelayan di Jawa Timur, khususnya bagi nelayan di Sumenep Madura.

rn

Pasca diumumkannya kenaikan BBM tersebut oleh Presiden Jokowi, nelayan di kabupaten Sumenep Madura terpaksa tidak melaut dikarenakan adanya kelangkaan BBM jenis solar tersebut.

rn

Anggota DPRD Jawa Timur Nurfitriana mengatakan pihaknya merasa prihatin atas kondisi para nelayan di Sumenep Madura karena tidak bisa melaut karena adanya kelangkaan BBM solar. " Masalah ini harus segera diatasi dan jangan sampai berlarut-larut mengingat ini termasuk pemenuhan hajat hidup orang banyak. Butuh gerak cepat (gercep) bantuan dari pemerintah untuk mereka,"jelas politisi PKB ini, Kamis (8/9/2022).

rn

Dikatakan oleh wanita kelahiran 5 September 1978 ini, perlu ada bantalan sosial secepatnya dikeluarkan oleh Pemprov untuk menangani adanya kelangkaan BBM solar untuk nelayan." Dengan adanya bantalan sosial tersebut, diharapkan bisa menolong para nelayan untuk menyambung hidup selama tidak berlayar sebagai imbas kenaikan BBM tersebut,"jelasnya.

rn

Dengan adanya bantalan sosial dengan menggelontorkan bantuan-bantuan untuk nelayan tersebut, sambung wanita yang akrab dipanggil bunda Fitri ini, membuktikan negara hadir ditengah masyarakat yang membutuhkan bantuan.

rn

Ditambahkan oleh Nurfitriana, pemerintah harus mencari solusi dalam membantu dan meningkatkan ekonomi nelayan. Bantuan kompensasi kenaikan BBM, sambungnya, yang disiapkan Pemerintah harus benar benar tepat sasaran terutama pada kelompok usaha ekonomi yang terdampak seperti nelayan.

rn

”Jangan sampai masyarakat yang benar benar nelayan dan menggantungkan perekonomiannya pada laut justru tidak mendapat bantuan,” pintanya

rn

Nelayan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memilih tak melaut usai pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Alasannya, biaya operasional untuk melaut membengkak, sementara hasil tangkapan tidak pasti. Selain itu untuk mendapatkan BBM jenis Solar juga mengalami kesulitan.

rn

Seperti diketahui, pemerintah menaikkan harga BBM subsidi dan nonsubsidi sejak Sabtu (3/9/2022). BBM jenis Pertalite naik menjadi Rp 10.000 per liter dari sebelumnya Rp 7.650 per liter, Solar naik menjadi Rp 6.800 dari Rp 5.150 per liter, dan Pertamax naik dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu