Tembus Angka 2.200 Orang, Jumlah Anak Terlantar di Kabupaten Malang Tinggi
Tembus Angka 2.200 Orang, Jumlah Anak Terlantar di Kabupaten Malang Tinggi
Anggota DPRD Jawa Timur Siadi mengaku prihatin atas munculnya data fakta kalau ada 2.200 anak di kabupaten Malang menjadi korban penelantaran.
"Kami berharap pemerintah secepatnya membantu untuk mengatasi anak telantar di kabupaten Malang. Saya mendorong karena negara harus hadir untuk. Ingat pasal 34 dalam UUD 1945 kalau fakir miskin dan anak telantar dipelihara negara. Tugas negara dalam hal ini pemerintah untuk memeliharanya,"jelas politisi Golkar ini, senin 21 November 2022.
Siadi mengatakan bila diestimasi, jumlah anak telantar yang kini berada dalam perawatan panti asuhan di Kabupaten Malang berjumlah 2.200-an anak. " Angka tersebut cukup banyak sehingga harus segera diatasi jumlah anak terlantar di kabupaten Malang. Bahkan saya menduga jumlah tersebut akan bertambah banyak lagi,"jelasnya.
Agar perhatian dari pemerintah daerah bisa didapatkan untuk anak-anak tersebut dan agar kasus penelantaran anak tidak bertambah banyak, Siadi melihat perlunya perubahan perilaku masyarakat. "Seks tanpa pengaman harus dicegah. Penguatan edukasi soal keluarga berencana perlu diintensifkan. Kultur kebebasan di lingkungan anak muda juga perlu ditanggulangi.Kalau tidak, akan ada lagi bayi-bayi telantar dan malang yang bermunculan,” tambahnya.
Secara umum, lanjut Siadi kasus penelantaran anak masih menjadi fenomena gunung es. Sebab tidak diketahui secara pasti jumlah anak yang ditelantarkan.
Sebenarnya, sambung Siadi banyak anak telantar yang membutuhkan pendampingan. Seperti pendampingan lewat orang tua asuh. Namun, mencari orang tua asuh juga cukup sulit. “Dalam mencari orang tua asuh, tentunya Pemkab bisa bekerja sama dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang ada di kabupaten Malang. Kalau itu bisa terlaksana, tentunya akan dengan mudah untuk mengawasi dan proses perhatian orang tua asuh bisa maksimal,"tandasnya.










