Komisi E Ajak Masyarakat Berperan Aktif Dalam Penanggulangan Bencana
Kota Kediri - Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Hj. Wara Sundari Renny Pramana mengajak seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam penanggulangan bencana di wilayahnya masing-masing. Hal ini disampiakan usai membuka gelaran sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Penanggulangan Bencana dengan Tema “Partisipasi Masyarakat Jawa Timur Dalam Penanggulangan Bencana” di Hotel Grand Surya Kediri, Sabtu (3/6/2023).
Kota Kediri - Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Hj. Wara Sundari Renny Pramana mengajak seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam penanggulangan bencana di wilayahnya masing-masing. Hal ini disampiakan usai membuka gelaran sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Penanggulangan Bencana dengan Tema “Partisipasi Masyarakat Jawa Timur Dalam Penanggulangan Bencana” di Hotel Grand Surya Kediri, Sabtu (3/6/2023).
Kegiatan yang diikuti oleh camat dan kepala desa serta seluruh stakeholder merupakan warga di Kecamatan Ngancar dan Kecamatan Wates di wilayah kabupaten/kota Kediri ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar dapat melakukan tanggap bencana secara dini mungkin.
“Kepala desa dan Kasun ini kan ujung tombak di wilayah mereka masing-masing. Harapannya setelah mengikuti rangkaian hari ini mereka memahami ketika ada bencana apa yang harus dilakukan dan sebelum terjadi bencana apa yang perlu dipersiapkan” ujar Wara.
“Acara ini bisa menambah wawasan tentang kebencanaan semoga membawa manfaat bagi masyarakat di Kabupaten dan Kota Kediri. Saya undang camat dan kades serta seluruh stakeholder yang ada di Ngancar dan Wates, karena memang jenengan yang paham dengan situasi dan kondisi desa masing-masing,” imbuhnya.
Di kesempatan yang sama Anggota Komisi E Ida Bagus Nugroho juga menyampaikan apresiasinya kepada BPBD Jatim yang siap siaga turut mensupport DPRD Jatim untuk melakukan edukasi kebencanaan agar masyarakat mampu sedini mungkin untuk tanggap bencana.
“Acara ini sangat luar biasa, digagas oleh BPBD Provinsi Jawa Timur terkait kebencanaan. Jadi harapannya kedepan masyarakat dapat memahami mengenai tanggap bencana serta penanganan dini bencana yang sering terjadi di wilayah masing-masing,” ujarnya.
“Ketika bicara kebencanaan kadang ada yang belum begitu paham jadi kadang ada bencana malah dilihat, ini sangat miris kita harus betul-betul menyiapkan sumber daya manusia yang ada di wilayah yang dianggap rawan bencana Jawa Timur sehingga SDM ini baik di tingkat kecamatan dari provinsi kabupaten Kecamatan, Desa benar-benar paham tanggap bencana,” tutupnya.










