Perlu Waspada Dini, Banjir Malang Telan Korban Jiwa
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan laporan adanya potensi cuaca ekstrem akibat gangguan atmosfer di wilayah Jawa Timur. Jawa Timur berada pada musim kemarau dengan pola angin dominan dari arah Timur hingga Tenggara.
Surabaya: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah
mengeluarkan laporan adanya potensi cuaca ekstrem akibat gangguan
atmosfer di wilayah Jawa Timur. Jawa Timur berada pada musim kemarau
dengan pola angin dominan dari arah Timur hingga Tenggara.
Namun, adanya gangguan pada atmosfer menyebabkan peningkatan potensi
terjadinya cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Jawa Timur.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan
aktifnya gangguan atmosfer Madden Julian Oscilation (MJO), gelombang
atmosfer Ekuatorial Kelvin dan gelombang atmosfer Ekuatorial Rossby.
Kondisi tersebut mengakibatkan potensi peningkatan pertumbuhan awan
Cumulonimbus yang dapat memicu terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan
lebat disertai petir dan angin kencang.
Atas fakta dan laporan tersebut, anggota DPRD Jawa Timur Siadi
mengingatkan masyarakat di Malang Raya meningkatkan waspada sejak
dini.
“Jangan sampai jatuh korban jiwa dan kewaspadaan sejak dini sangat
perlu sekali,”ujar politisi Golkar ini, sabtu (8/7/2023).
Dibeberkan olehnya,ada beberapa bencana banjir di Malang Raya yang
terjadi belakangan ini diantaranya wilayah Kabupaten Malang dilaporkan
setidaknya ada dua kecamatan yang terdampak banjir akibat hujan dengan
intensitas tinggi yang terjadi sejak Kamis (6/7/2023) lalu. Dua
kecamatan tersebut yakni Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Kecamatan
Ampelgading.
“Dalam peristiwa itu, satu orang petani terseret arus. Saat ini
pihak-pihak yang berwenang sedang mengupayakan pencarian,”tandas pria
asli Malang ini.










