Persiapan Kompetisi Desember 2024, PSAI Jatim Temui Komisi E
Perwakilan pemain sepak bola yang tergabung dalam Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI) Jawa Timur mendatangi Komisi E DPRD Jatim. Mereka meminta dukungan ke DPRD agar PSAI Jatim diakui oleh Pemprov Jatim dan dilegalkan.
Perwakilan pemain sepak bola yang tergabung dalam Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI) Jawa Timur mendatangi Komisi E DPRD Jatim. Mereka meminta dukungan ke DPRD agar PSAI Jatim diakui oleh Pemprov Jatim dan dilegalkan.
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih menjelaskan, PSAI Jatim mempunya enam club yang tersebar di beberapa kabupaten/kota. Beberapa waktu sebelumnya, PSAI yang ada di daerah sudah menyampaikan ke pemerintah kabupaten/kota, mereka meminta organisasi sepak bola bagi penyandang disabilitas ini mendapat perhatian. Namun hingga saat ini belum ditindaklanjuti.
“Sebenarnya sudah lama lapor ke kabupaten/kota. Cuma belum ditindaklanjuti, akhirnya kita menindaklanjuti,” ujar Hikmah usai hearing dengan PSAI Jatim, di gedung DPRD Jatim, Rabu 22 Mei 2024.
Politisi asal PKB itu mengungkapkan bahwa Komisi E meneruskan harapan mereka yang disampaikan agar ditindaklanjuti. PSAI ingin dilegalkan dan ada di bawah pembinaan Pemprov Jatim.
Selain itu, Hikmah membeberkan bahwa PSAI Jatim juga ingin disupport karena pada Desember 2024 mengikuti kompetisi.
“Meskipun ada enam, mereka menyumbang enam pemain untuk nasional, dan berhasil di peringkat 22 sedunia, pernah satu orang ikut di Turki,” paparnya.
Dewan menilai persatuan sepak bola amputasi sangat memiliki masa depan karena materi pemainnya bagus-bagus. Dengan begitu, layak mendapat perhatian yang layak.
“Penguatan tidak hanya anggaran, kan terkesan sporadic. Meraka kan mau kompetisi. Open. Tidak hanya Jatim saja, tetapi juga dari luar Jawa Timur. Mereka kumpul-kumpul itu salah satunya mempersiapkan,” pungkasnya.










