Sejahterakan Petani, Khulaim Junaidi Gelontor Bantuan Pertanian di Sidoarjo
Kesejahteraan petani di Sidoarjo yang hingga saat ini masih belum dapat perhatian maksimal dari pemerintah, mendorong anggota DPRD Jawa Timur Khulaim Junaidi untuk menggelontorkan bantuan peralatan pertanian di kabupaten tersebut.
Kesejahteraan petani di Sidoarjo yang hingga saat ini masih belum dapat perhatian maksimal dari pemerintah, mendorong anggota DPRD Jawa Timur Khulaim Junaidi untuk menggelontorkan bantuan peralatan pertanian di kabupaten tersebut.
Pria yang akan maju di pilkada Sidoarjo November mendatang, menggelontorkan sejumlah mesin pertanian untuk para kelompok tani yang ada di Sidoarjo. Pria yang juga politisi PAN ini mengatakan dirinya berharap bantuan tersebut setidaknya bisa mendatangkan kesejahteraan petani di Sidoarjo.
"Lahan yang kurang dan ketersediaan pupuk subsidi menjadi permasalahan yang selalu disuarakan petani di Jawa Timur khususnya di Sidoarjo," katanya, Jumat (24/5/2024).
Menurut Khulaim,selain itu masalah pengairan juga menjadi keluhan dari petani ketika memasuki musim kering sekarang ini. " Oleh sebab itu, saya mendorong agar pemkab maupun pemprov lebih maksimal untuk memperhatikan nasib petani di Sidoarjo, " jelasnya.
Pria yang juga anggota komisi C DPRD Jawa Timur ini mengatakan untuk ketersediaan pupuk subsidi, dirinya mendapat informasi kalau ada
rencana penambahan subsidi pupuk nasional senilai Rp14 triliun akan menutup kekurangan pupuk di daerah itu pada 2024.
" Tentunya saya mendukung penambahan subsidi pupuk sebesar setara 2,5 juta ton itu yang akan digelontorkan tahun ini, " imbuhnya.penambahan
subsidi pupuk nasional itu, lanjut dia akan berdampak dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Jatim termasuk di Sidoarjo.
Pemprov Jawa Timur telah mengusulkan untuk musim tanam tahun 2024 kebutuhan pupuk bersubsidi petani sebanyak 2.418.491 ton. Tapi
realisasinya, petani di Jawa Timur hanya mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi dari Pemerintah Pusat sebesar 963.847 ton.Alokasi ini hanya
setara 39,85 persen dari usulan sehingga masih adanya kekurangan 1.454.844 ton dari total kebutuhan.










