gerbang baru nusantara

Cak Khulaim Rencanakan Buka Pusat Perekonomian Baru di Kawasan Lingkar Timur dan Barat Sidoarjo.

H. Muh. Khulaim Junaidi, SP, MM (Bacawabup PAN) memaparkan serangkaian konsep pembangunan Sidoarjo ke depan dalam dialog publik kedua yang digelar  Komunitas WAG Ruang Publik Sidoarjo (RPS) di Kedai Bu Atik, Jumat (15/6/2024). Dialog ini dimaksutkan  untuk mencari dan Memilih Calon Pemimpin Sidoarjo 2024’ yang  akan bertarung memperebutkan pemimpin Sidoarjo pada Pilkada pada 27 Nopember 2024.

Norah Hasanah
Sabtu, 15 Juni 2024
Bagikan img img img img
Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jatim H. Muh. Khulaim Junaidi, SP, MM

H. Muh. Khulaim Junaidi, SP, MM (Bacawabup PAN) memaparkan serangkaian konsep pembangunan Sidoarjo ke depan dalam dialog publik kedua yang digelar  Komunitas WAG Ruang Publik Sidoarjo (RPS) di Kedai Bu Atik, Jumat (15/6/2024). Dialog ini dimaksutkan  untuk mencari dan Memilih Calon Pemimpin Sidoarjo 2024’ yang  akan bertarung memperebutkan pemimpin Sidoarjo pada Pilkada pada 27 Nopember 2024.
 

Acara Dialog yang  menghadirkan narasumber H. Muh. Khulaim Junaidi, SP, MM (Bacawabup PAN) yang juga anggota Komisi C DPRD Provinsi Jatim, lalu dr Andre Yulius (Bacawabup PDlP), M Solichul Umam (Bacawabup PKB),  juga  pengamat politik alumnus UGM, Nanang Haromain . Dihadiri sekitar 90 orang  yang terdiri tokoh masyarakat, aktifis, komunitas dan masyarakat umum.
Seperti diketahui, setelah dinyaatakan gagal melaju sebagai anggota DPRD Provinsi Jatim untuk periode berikutnya pada pemilu 2024 lalu.  Politikus PAN, Khulaim Junaidi mencoba peruntungan untuk menjadi Bacawabup Sidoarjo untuk  bisa   membangun Kabupaten Sidoarjo lebih baik lagi.

Berbekal pengalaman matang sebagai anggota DPRD selama 3 periode  pihaknya yakin mampu bekerja lebih baik dan meningkatkam berbagai sektor termasuk kesejahteraan masyarakat Sidoarjo. Peningkatan ekonomi masyarakat menjadi tarjet dasar  yang ingin dicapainya . Optimalisi  353 desa yang ada di kabupaten Sidoarjo  diharapkan akan mampu mengikis gap pembangunan  yang terjadi antara desa dan kota. Sehinga pembangunan tidak dimonopoli wilayah kota saja tapi merata  sehingga ke depan  tidak ada istilah desa tertinggal di Sidoarjo.

Dengan menggelar dialog publik,  politikus PAN ini berharap masyarakat akan  lebih bisa mengenalnya dengan baik.  termasuk memahami ide dasar tentang konsep Bangun Deso Noto Kutho  yang selama ini hanya menjadi slogan dan belum teralisasikan. Konsep ini dimulai dengan mengfokuskan pembangunan dari wilayah desa  dengan membuka sentra sentra ekonomi untuk lebih menghidupkan desa.  Sehingga desa tidak hanya mampu  dan mandiri secara ekonomi, tetapi kebutuhan dasar warga masyarakatnya juga terpenuhi. Pembangunan desa harus terus digenjot karena dana yang masuk ke sana akan bertambah, kalau desa maju maka wilayah kota otomatis  juga akan maju,


Dengan ADD dan BKD desa sudah bisa menghasilkan pendapatan desa dan menumbuhkan perekonomian desa . Hal ini bisa berasal dari kegiatan ekonomi  yang produktif masyarakat desanya. Baik kegiatan UKM maupun UMKM  dan pemberdayaan BUMDes / Penyelenggaraan pelatihan pelatihan agar masyarakat aktif dan produktif dalam kegiatan perniagaan. Misalkan produksi bahan pertanian menjadi barang siap konsumsi. Disamping penghasilan dari potensi pendapatan dari pajak dan retribusi baik parkir maupun pajak restoran dan hiburan kabupaten Sidoarjo bisa ditingkatkan APBD nya dari PAD.

 “Kota yang berkembang maka pendapatan dari pajak IMB dan BPHTB tiap tahun pasti mengalami peningkatan yang signifikan, apalagi kalau bisa membuka lahan perekonomian baru diantaranya  penataan kawasan lingkar timur dan barat menjadi lebih baik,” ujarnya.
 

Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka  yang utama adalah pembangunan  bidang ekonomi  harus bisa dimaksimalkan dan pembangunan infrastruktur  harus memiliki multy efect tidak berimplikasi terhadap output tapi  juga outcome menjadi target pembangunan.  Semencara Bacawabup dari PDIP,  dr Andre Yulius Bacawabup PDIP menyampaikan misi  “Wani Tidak Korupsi, Kolusi dan Nepotisme “ yang merupakan kunci dasar untuk menjadikan Sidoarjo  lebih baik.  Lain halnya Bacawabup dari PKB,  Solichul Umam menyatakan, bahwa mereformasi birokrasi adalah upaya rasional untuk mencegah terjadinya korupsi.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu