gerbang baru nusantara

Pansus RPJPD Gelar FGD di Bakorwil Bojonegoro

Kab. Bojonegoro - Anggota Pansus Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) DPRD Provinsi Jawa Timur Daniel Rohi melakukan Focus Group Discussion dengan Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan Pembangunan Prov. Jatim (Bakorwil Il) Bojonegoro guna membahas rancangan RPJPD Daerah Provinsi Jawa Timur tahun 2025-2045, Sabtu (15/6/2024).

Rahmat Hidayat
Sabtu, 15 Juni 2024
Bagikan img img img img
Anggota Pansus Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) DPRD Provinsi Jawa Timur Daniel Rohi melakukan Focus Group Discussion dengan Bakorwil II Bojonegoro.

Kab. Bojonegoro - Anggota Pansus Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) DPRD Provinsi Jawa Timur Daniel Rohi melakukan Focus Group Discussion dengan Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan Pembangunan Prov. Jatim (Bakorwil Il) Bojonegoro guna membahas rancangan RPJPD Daerah Provinsi Jawa Timur tahun 2025-2045, Sabtu (15/6/2024).

“Hari ini kita melakukan FGD di Bakorwil Bojonegoro banyak hal-hal yang tampil dan prinsip bisa kita tangkap untuk memperkaya naskah daripada rencana pembangunan jangka panjang daerah Jawa Timur 2025-2045, salah satunya adalah tentang terkait dengan integrited River Management bahwa daerah Sungai Brantas itu perlu dikelola secara terintegrasi itu bermanfaat di daerah-daerah perbatasan Jawa Timur dan juga daerah Jawa Tengah,” ujar Daniel

Politisi asal partai PDI ini juga menekankan isu ekologi yang sangat dekat di kawasan laut terkait dengan pendangkalan sedimentasi.

 “Isu terkait dengan ekologi yaitu pendangkalan sedimentasi yang ada di wilayah laut itu menjadi wewenang dari pemerintah provinsi sehingga kita masukkan di dalam naskah ini supaya dalam 20 tahun ke depan sedimentasi itu bisa teratasi secara gradual karena ini sangat berpengaruh kepada aktivitas nelayan di wilayah tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, Daniel menambahkan terkait konektivitas antar wilayah yang dapat berdampak pada pembangunan antar wilayah.

 “Konektivitas wilayah itu perlu ada satu konektivitas supaya setiap wilayah itu tidak berdiri sendiri tapi terintegrasi secara infrastruktur agar memudahkan rantai pasok lebih efektif dan efisien,” jelasnya

Terkahir ada penekanan terkain fasilitas pendidikan dan kesehatan yang diaharapkan mampu ada peningkatan.

“Terakhir tadi kami juga mendapat masukan bahwa secara akses pendidikan maupun kesehatan itu Bojonegoro ini masih tertinggal dari wilayah lain usulan mereka adalah jika boleh ada universitas negeri yang bisa kita inisiasi kita bantu hadir di wilayah Bojonegoro. selain itu, akses-akses pendidikan terutama pendidikan unggul jika bisa sekolah-sekolah unggulan yang ada di wilayah ini harus ditingkatkan,” jabarnya.

“Selain itu,fasilitas kesehatan seperti rumah sakit tipe A harus ada juga di Bojonegoro, sehingga mereka berobat tidak perlu ke Surabaya tapi bisa mendapatkan fasilitas yang sama dengan Surabaya tapi dekat dengan kediaman,”pangkas Daniel.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu