gerbang baru nusantara

Dipatenkan, Kopi Robusta Banyuwangi Paling Digemari Masyarakat di Indonesia

Anggota DPRD Jawa Timur Hermanto membeberkan kalau produksi kopi asal Banyuwangi sangat diminati oleh masyarakat nasional dan internasional. Kopi asal Banyuwangi, ujar dia didominasi kopi Robusta yang paling digemari untuk dikonsumsi. Dibeberkan politisi PDI Perjuangan ini, luas perkebunan kopi rakyat di kabupaten paling timur Pulau Jawa itu adalah 9.778 hektare. "Dengan luasan tersebut mampu memproduksi sebanyak 10.600 ton biji kopi selama satu tahun," jelasnya, Rabu (7/8/2024).

Try Wahyudi
Rabu, 07 Agustus 2024
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jawa Timur Hermanto

Anggota DPRD Jawa Timur Hermanto membeberkan kalau produksi kopi asal Banyuwangi sangat diminati oleh masyarakat nasional dan internasional. Kopi asal Banyuwangi, ujar dia didominasi kopi Robusta yang paling digemari untuk dikonsumsi. Dibeberkan politisi PDI Perjuangan ini, luas perkebunan kopi rakyat di kabupaten paling timur Pulau Jawa itu adalah 9.778 hektare. "Dengan luasan tersebut mampu memproduksi sebanyak 10.600 ton biji kopi selama satu tahun," jelasnya, Rabu (7/8/2024).

Mantan ketua DPRD kabupaten Banyuwangi ini mengatakan dengan jumlah produksi kopi rakyat yang cukup besar, bila pemasarannya dimaksimalkan tentunya memberikan kesejahteraan yang maksimal bagi petani " Peran serta pemerintah sangat dibutuhkan untuk membantu pemasarannya. Kopi asal Banyuwangi merupakan emas bagi wilayah paling timur pulau jawa, "jelasnya.

Selama ini, sambungnya, untuk membantu para petani kopi di Banyuwangi, Pemkab setempat sering menggelar menggelar festival kopi yang digelar di sentra perkebunan kopi di Kecamatan Kalibaru.

"Festival kopi di wilayah selatan Banyuwangi ini digelar di dua sentra kawasan kopi, yakni di Desa Kalibaru Manis dan Desa Kebunrejo.Festival kopi ini juga ada pameran produk UMKM kopi, bahkan ada sesi public cupping 13 sampel kopi arabika dan robusta dari petani lokal," terangnya.

Dotambahkan oleh Hermanto, alasan digelarnya festival kopi digelar di kecamatan Kalibaru  karena di wilayah tersebut merupakan perkebunan kopi terluas nomor dua di Banyuwangi, yakni mencapai 3.847 hektare."Perkebunan kopi ini didominasi jenis robusta dengan rata-rata produksinya mencapai 4.256 ton per tahun,"jelasnya.

Selain menggelar festival kopi, sambungnya, pemerintah daerah setempat, telah mendaftarkan kopi robusta Banyuwangi untuk mendapatkan indeks geografis (IG) di Kementerian Hukum dan HAM, dengan merek "Kopi Robusta Java Banyuwangi". "Tidak lama lagi kopi Banyuwangi akan memiliki legalitas IG yang menjadi dasar legalitas kopi Banyuwangi sebagai perlindungan terhadap ke-otentikan kopi robusta Banyuwangi," ucapnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu