Darurat Kekeringan, Warga Desa di Kabupaten Madiun Butuh Air Bersih
Bantuan air bersih diharapkan segera didatangkan pemerintah untuk mengatasi kekeringan di kabupaten Madiun. Hingga saat ini, sejumlah daerah di wilayah tersebut membutuhkan air bersih.
Bantuan air bersih diharapkan segera didatangkan pemerintah untuk mengatasi kekeringan di kabupaten Madiun. Hingga saat ini, sejumlah daerah di wilayah tersebut membutuhkan air bersih.
"Di musim kekeringan sekarang ini, ada kelangkaan air bersih di kabupaten Madiun. Jadi harus mendesak sekali pemenuhan air bersih tersebut," jelas anggota DPRD Jawa Timur Abdul Muhdi saat dikonfirmasi, Kamis 17 Oktober 2024.
Politisi PKB ini menjabarkan tak hanya pemerintah saja yang bisa membantu pemenuhan air bersih, namun, sinergitas semua unsur untuk pemenuhan air bersih tersebut. Ke depan, kata dia, di wilayah yang terdampak kekeringan tersebut perlu ada realisasi pembangunan sumur bor untuk pemenuhan air bersih di sana.
"Ada masukan dari warga setempat, sumur bor ini mendesak sekali dibuat disana,"sambung dia. Tak hanya itu, lanjut Abdul Muhdi, menghidupkan kembali waduk-waduk difungsikan kembali untuk pemenuhan air terdampak kekeringan khususnya untuk sektor pertanian.
"Dengan adanya sumur bor dan menghidupkan waduk diharapkan bisa dimanfaatkan untuk menghindari dari ketergantungan suplay pemenuhan air ke depannya ketika musim kemarau panjang,"terangnya.
Data BPBD kabupaten Madiun diketahui kalau sekarang ada sejumlah desa mengalami darurat kekeringan. Dari data yang ada sebanyak 29 desa di lima kecamatan Kabupaten Madiun, Jawa Timur, rawan kekeringan dan krisis air bersih akibat musim kemarau panjang tahun ini.
Ke 29 desa rawan kekeringan itu berada Kecamatan Balerejo ada sembilan desa, Kecamatan Pilangkenceng enam desa, Kecamatan Gemarang enam desa,
Kecamatan Wonoasri enam desa, dan Kecamatan Saradan terdapat tiga desa.










