Seluruh Masyarakat Madura Harus Bisa Menikmati Trans Jatim Koridor V
Pemprov Jawa Timur telah meresmikan Trans Jatim Koridor V untuk rute yang menghubungkan dari Terminal Purabaya Surabaya menuju Terminal Bangkalan. Peresmian dilakukan di Alun-Alun Pendopo Kabupaten Bangkalan. Dinas Perhubungan Jatim menyediakan 15 Bus Trans Jatim yang masing masing berkapasitas 30 penumpang. Pemkab Bangkalan juga ikut menyiapkan angkutan feeder atau penghubung di Kabupaten Bangkalan. Melayani rute Bangkalan kota – Tanjung Bumi – Bangkalan Kota – Blega – Kamal – IKM Suramadu – Modung.
Pemprov Jawa Timur telah meresmikan Trans Jatim Koridor V untuk rute yang menghubungkan dari Terminal Purabaya Surabaya menuju Terminal Bangkalan. Peresmian dilakukan di Alun-Alun Pendopo Kabupaten Bangkalan. Dinas Perhubungan Jatim menyediakan 15 Bus Trans Jatim yang masing masing berkapasitas 30 penumpang. Pemkab Bangkalan juga ikut menyiapkan angkutan feeder atau penghubung di Kabupaten Bangkalan. Melayani rute Bangkalan kota – Tanjung Bumi – Bangkalan Kota – Blega – Kamal – IKM Suramadu – Modung.
Bus Trans Jatim koridor V dilengkapi berbagai fasilitas canggih mulai CCTV untuk keamanan, camera artificial intelegent untuk monitorinh pengemudi serta running teks dan suara untuk media informasi penumpang.
Adhy Karyono Penjabat (Pj) Gubernur Jatim mengatakan, keberadaan Koridor V ini menjadi pelengkap pemerataan layanan transportasi umum di Gerbangkertosusila (Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan).
Kehadiran Trans Jatim Koridor I sampai V tidak hanya berfungsi untuk mengurai kemacetan, mengurangi angka kecelakaan tetapi juga menurunkan gas emisi buang atau pemanasan global. Menurut Nurul Huda S.H.I., M.H., anggota DPRD Provinsi Jatim dari Dapil XIV
meliputi wilayah Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep mengatakan kehadiran TransJatim tidak hanya mempermudah transportasi masyarakat Madura sampai ke Surabaya tapi juga memperlancar arus kegiatan yang mendukung aktifitas warga Madura.
Tapi pihaknya mengingatkan konsentrasi transportaii tidak hanya Bangkalan saja yang dipermudah . Bagaimana dengan masyarakat Sumenep yang perjalanannya harus ditempuh 6 jam untuk sampai Surabaya.
“Kalau mobil pribadi, tapi kalau umpamanya transportasi umum seperti bis Akas, terus bis mini yang kecil itu bisa 7 sampai 10 jam seperti itu. Selain itu akses jalan juga harus diperbaiki,” ujar politisi PPP ini.
Ditambahkannya, yang terpenting itu ada pelebaran jalan. Karena sampai hari ini masih tidak merata antara di Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pemekasan.
“Antara Pamekasan dan Sumenep itu tidak merata. Jadi akses kalau dari Sampang ke Surabaya masih dua jam. Kita lihat kalau dari Sumenep ke Surabaya itu kan butuh beberapa jam untuk sampai ke sana.” ujarnya.
” Kalau saya lihat hari ini sudah banyak diperbaiki, ada perlebaran jalan tapi di wilayah Bangkalan saja , Di Sampang, dalam provinsi, Jalan Nasional. Jalan nasional, kalau jalan provinsi itu kan bukan jalan yang menuju Bangkalanl. Harapan saya bagaimana transportasi dan infrastruktur di Madura itu merata. Tidak hanya di Bangkalan saja, Sampang juga harus sama-sama menikmati transportasi dan infrastruktur yang baik.” harapnya.
” Bis yang tersedia sampai saat ini sudah tidak layak. Unit yang sudah tua-tua semua. Jadi mungkin itu yang perlu disuarakan oleh teman-teman, bagaimana transportasi umum itu bisa dinikmati oleh masyarakat Madura. Sehingga kenyamanan itu harus dijaga, kan begitu. Harus dirasakan oleh semua masyarakat Madura, tidak hanya di Bangkalan saja. Ya mungkinlah, mungkin satu tahun ke depan bisa merata sampai ke semuanya. ” pungkas politisi PPP ini.










