gerbang baru nusantara

Petani Garam Madura Surati Presiden, Banyak Pabrikan Tak Berpihak Petani

Problema harga garam masih banyak dikeluhkan para petani garam di Madura. Harga yang ada tidak sesuai dengan biaya produksi yang dilakukan oleh para petani garam.

Try Wahyudi
Minggu, 10 November 2024
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jawa Timur Harisandi Savari

Problema harga garam masih banyak dikeluhkan para petani garam di Madura. Harga yang ada tidak sesuai dengan biaya produksi yang dilakukan oleh para petani garam.
Anggota DPRD Jawa Timur Harisandi Savari mengatakan sekarang ini muncul keluh kesah petani garam dan berusaha mengirim surat ke presiden bahwasanya tidak memperoleh keuntungan sama sekali dari hasil produksi garam sama sekali.

"Itu masalah pertama yang dipersoalkan oleh para petani. Yang kedua, banyaknya produksi garam dengan melihat kemarau kepanjangan produksinya meningkat,"jelas politisi PKS ini, Minggu 10 November 2024.

Yang menjadi persoalan kedua lagi, lanjutnya, banyak produksi yang tak terserap di pabrikan sehingga garamnya menumpuk."Dua masalah ini harus dikawal bersama bagaimana masalah harga tidak membebani sehingga ada keuntungan bagi para petani garam dan bisa terserap semua dipabrikan, "terang pria kelahiran 1983 ini.

Sekarang ini ada banyak pabrikan yang muncul tidak berpihak pada petani garam." Artinya pabrikan tersebut berinvestasi di sawah petani namun tidak melakukan bermitraan. Harusnya pabrikan bermitra dengan petani garam,"tuturnya.

Harapannya dengan adanya mitra tersebut, kata ketua Kadin Pamekasan ini mengatakan hasil garamnya dikirim kepada pabrikan yang sudah berinvestasi sementara selama ini belum,"jelasnya.

Harisandi mengaku akan mengawal penuh perjuangan para petani garam untuk mencapai sebuah kesejahteraan. Soal keberadaan BUMN PT Garam yang tidak mensejahteraan petani garam, Harisandi mengaku dari awal berdiri, lembaga tersebut belum pernah memperhatikan nasib petani garam.

"Ada benang merah yang perlu diurai bagaimana PT Garam belum penuh membela petani sehingga pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil BUMN tersebut untuk menyamakan visi dan misi agar masalah petani garam yang selama menjadi masalah di dunia pergaraman terselesaikan, "tandasnya.

Para petani garam yang tergabung dalam organisasi Forum Petani Garam Madura (FPGM) mengirim surat kepada Presiden Republik Indonesia dan mengharapkan pemerintah bisa membantu petani dalam menangani masalah garam pada musim produksi garam tahun ini.

Stok garam petani melimpah, karena produksi garam juga melimpah akibat kemarau panjang. Sedangkan serapan garam oleh pabrikan pengolah garam (procesor) mulai dibatasi karena gudang stok penuh.

Di satu sisi, harga jual garam rakyat pada musim produksi garam tahun ini murah, yakni Rp800 per kilogram, lebih murah dari biaya pokok produksi yang mencapai Rp830 per kilogram.Karena itu,para petani berharap pemerintah bisa turun tangan untuk mengatasi persoalan garam petani tersebut dengan mencari solusi yang tepat agar hasil produksi garam rakyat tahun ini yang melimpah tidak sampai menumpuk tidak terserap pasar.

Jika banyak garam rakyat yang tidak terserap, maka dampaknya akan membuat harga semakin turun semakin menjauhi biaya pokok produksi.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu