gerbang baru nusantara

Gelar reses, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni akan fokus tangani kekeringan, antisipasi banjir dan pengembangan potensi desa

Persoalan kekeringan, saluran irigasi serta pengelolaha air dan persoalan pengembangan potensi desa menjadi masukan yang disampaikan dan dikeluhkan masyarakat Bojonegoro kepada anggota DPRD Jatim Sri Wahyuni, S.Kep, yang berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bojonegoro -Tuban dalam Reses I 2024 anggota DPRD Jatim periode 2024-2029.

Ari Setiabudi
Rabu, 20 November 2024
Bagikan img img img img
Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni, S.Kep

Persoalan kekeringan, saluran irigasi serta pengelolaha air dan persoalan pengembangan potensi desa menjadi masukan yang disampaikan dan dikeluhkan masyarakat Bojonegoro kepada anggota DPRD Jatim Sri Wahyuni, S.Kep, yang berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bojonegoro -Tuban dalam Reses I 2024 anggota DPRD Jatim periode 2024-2029.

Menurut Sri Wahyuni terkait kekeringan yang melanda beberapa daerah, terutama di Kecamatan Dander, Bojonegoro,  mengakibatkan sawah-sawah warga tidak teraliri air dengan baik, sehingga produktivitas pertanian menurun drastis. 

Banyak petani lanjutnya, yang hanya mampu panen satu kali dalam setahun, kondisi yang jauh dari ideal di wilayah yang mayoritas penduduknya bergantung pada sektor pertanian.  

"Masalah yang paling mendesak adalah kekeringan di Dander. Air untuk mengaliri sawah sudah tidak mencukupi, sehingga masyarakat hanya bisa panen satu kali. Padahal, jika ada solusi seperti embung, masalah ini dapat diatasi. Kami akan berupaya agar segera ada langkah konkret," ujar Sri Wahyuni yang dikonfirmasi disela menggelar reses di Desa Kapas Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (20/11/24).

Politisi Partai Demokrat tesebut mengungkapkan bahwa tanah untuk membangun embung sebenarnya sudah tersedia, dan langkah berikutnya adalah mengupayakan pembangunan embung tersebut. 

Embung ini nantinya kata Sri Wahyuni, akan berfungsi sebagai tadah hujan yang dapat menyuplai air ke sawah-sawah di beberapa desa sekitar. Pihaknya berencana berkoordinasi dengan Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur, mengingat tanah yang tersedia adalah tanah milik provinsi.  

"Embung bisa menjadi solusi jangka panjang. Dengan embung, desa-desa di sekitar Dander akan memiliki sumber air yang memadai untuk mendukung kegiatan pertanian. Kami akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Pengairan Provinsi agar pembangunan embung ini bisa terealisasi," jelasnya.  

Tidak hanya masalah kekeringan, Sri Wahyuni juga menyoroti isu banjir yang sering melanda beberapa wilayah di Bojonegoro dan Tuban bila musim penghujan tiba. 

Menurutnya, salah satu solusi untuk mengurangi risiko banjir adalah dengan melakukan pengerukan sungai dan saluran air  yang selama ini mengalami sedimentasi. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penampungan sehingga mampu menampung volume air yang lebih besar saat musim hujan tiba.  

"Untuk mengatasi banjir, kami akan memprioritaskan pengerukan saluran air yang tersumbat. Jika saluran-saluran ini berfungsi optimal, air hujan tidak akan meluap dan menyebabkan banjir. Ini adalah langkah yang akan kami sinergikan dengan pemerintah kabupaten," tutur Sri Wahyuni.  

Selain persoalan infrastruktur kata Wakil Ketua DPRD Jatim, dalam resenya, masyarakat juga menyampaikan harapan terkait pengembangan desa melalui program-program lomba yang diadakan pemerintah provinsi. 

Mereka mengusulkan agar ada pembinaan yang lebih terstruktur bagi desa-desa yang mengikuti lomba tersebut, sehingga hasilnya tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kemajuan desa.  

"Beberapa masyarakat mengusulkan agar lomba-lomba desa yang diadakan oleh provinsi dilengkapi dengan program pembinaan yang lebih terintegrasi. Dengan begitu, desa-desa yang menang bisa semakin maju, dan desa lainnya juga dapat belajar untuk meningkatkan kualitas pembangunan mereka," ungkapnya.  

Sebagai wakil rakyat dari Bojonegoro - Tuban yang telah diberi amanat, Sri Wahyuni berkomitmen untuk menindaklanjuti semua aspirasi yang telah dihimpun selama masa reses ini.

Dirinya memastikan bahwa keluhan dan usulan masyarakat akan dibawa ke tingkat pembahasan lebih lanjut bersama dinas-dinas terkait, agar dapat segera direalisasikan.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu