Gubernur Khofifah ; 100 Unit Rumah Bersubsidi Untuk Wartawan dan Buruh Akan Segera Dibangun di Jatim
Ada kabar gembira bagi jurnalis dan kaum buruh di Jatim yang hingga saat ini belum memiliki rumah. Pasalnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan gerak cepat dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan para buruh pada peringatan Mayday lalu dengan menemui langsung Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait.
Ada kabar gembira bagi jurnalis dan kaum buruh di Jatim yang hingga saat ini belum memiliki rumah. Pasalnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan gerak cepat dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan para buruh pada peringatan Mayday lalu dengan menemui langsung Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (6/5) malam itu, kata Khofifah turut pula hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua Persatuan Wartawan IIndonesia (PWI) Jawa Timur Lutfil Hakim dan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur Ahmad Fauzi serta beberapa pejabat terkait di lingkungan Pemprov Jawa Timur.
"InsyaAllah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait pada 15 hingga 22 Juni akan ke Jawa Timur untuk menyiapkan pembangunan 100 rumah bersubsidi yang peruntukannya, untuk sementara diberikan kepada media dan buruh yang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," jelas gubernur perempuan pertama di Jatim, di gedung DPRD Jatim, Rabu (7/5/2025).
Sesuai rencana, lanjut Khofifah, pembangunan rumah bersubsidi untuk MBR di Jawa Timur sebanyak 20 ribu sampai 22 ribu unit yang dilaksanakan secara bertahap.
"Peruntukannya adalah bagi mereka yang belum memiliki rumah, jadi ini rumah pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah," tegas mantan Mensos RI ini.
Di sisi lain, kata Gubernur Khofifah, ada sejumlah pengusaha di Jatim yang juga ikut membantu program renovasi rumah bagi para buruh sebanyak 500 rumah dengan anggaran Rp.30 juta sampai Rp.40 juta per rumah sesegera mungkin.
"Untuk renovasi ini tidak pakai persyaratan karena dia tergolong masyarakat berpenghasilan rendah. InsyaAllah akan ada lagi pihak pihak yang berkomitmen untuk program renovasi rumah," pungkasnya.










