gerbang baru nusantara

DR Rasiyo: " Pemerintah Mendorong Berkehidupan yang Lebih Baik Melalui Jalur Pendidikan"

Program beasiswa S1, S2, dan S3 yang diberikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa adalah program beasiwa LPDP dan LPPD yang diselenggarakan oleh LPPD Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Dakwah Provinsi Jawa Timur. Beasiswa ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari S1, S2, hingga S3, dan telah diberikan kepada ribuan mahasiswa sejak tahun 2019 hingga 2024. LPPD Jatim telah memberikan beasiswa kepada 5.653 mahasiswa S1, S2, dan S3 selama periode 2019-2024.  

Norah Hasanah
Minggu, 18 Mei 2025
Bagikan img img img img
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim, DR Rasiyo

Program beasiswa S1, S2, dan S3 yang diberikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa adalah program beasiwa LPDP dan LPPD yang diselenggarakan oleh LPPD Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Dakwah Provinsi Jawa Timur. Beasiswa ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari S1, S2, hingga S3, dan telah diberikan kepada ribuan mahasiswa sejak tahun 2019 hingga 2024. LPPD Jatim telah memberikan beasiswa kepada 5.653 mahasiswa S1, S2, dan S3 selama periode 2019-2024.  Untuk tahun 2025, Pemprov Jatim kembali memberikan beasiswa kepada 1.190 mahasiswa, dengan rincian 518  1, 225 S2, dan 40 S3. Untuk beasiswa kalangan pesantresn juga mencakup beasiswa untuk studi S2 di universitas ternama seperti Al Azhar, Beasiswa ini mencakup berbagai manfaat, seperti biaya pendidikan, biaya hidup,biaya buku,dan biaya penelitian.

Langkah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memprioritaskan  program pendidikan sebagai solusi tercepat menyelesaikan program pengentasan kemiskinan.Salah satu langkah nyata yang digencarkan dengan pemberian beasiswa bagi anak kurang mampu. Anggota Komisi E DPRD Provibsi Jawa Timur, DR Rasiyo mengatakan, bahwa program beasiswa yang digagas Khofifah sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sebab, pendidikan sebagai jalan utama memutus mata rantai kemiskinan antar generasi.

Bahkan beliau berpandangan pendidikan memiliki dampak jangka panjang dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Melalui akses pendidikan yang merata dan berkualitas, generasi muda bisa memiliki masa depan yang lebih cerah.  Program  beasiswa ini menjadi salah satu kunci untuk memperbaiki paling tidak kalau ada orang yang kurang beruntung. Menurutnya, perhatian besar Khofifah pada pendidikan, termasuk komitmennya dalam memperluas cakupan beasiswa hingga pelosok Jatim membuktikan bahwa pemerintah hadir untuk rakyat membutuhkan.

Karena itu, dia optimistis sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi bisa percepat pencapaian tujuan pembangunan pendidikan di daerah. Dengan dukungan semua pihak, beasiswa tidak hanya jadi bantuan, tetapi juga harapan.

“Iya,artinya kan mendorong. Ini kan motivasi kepada masyarakat di Jawa Timur yang S2.Tidak bisa melanjutkan S3, didorong untuk melanjutkan S3. S1 juga begitu, yang apa itu keberatan untuk melanjutkan S2, nah ini dibantu oleh pemerintah, tapi juga selektif. Tidak, nanti mungkin persyaratannya. Bisa saja dari keluarga yang tidak mampu.Kalau semua ya anggarannya tidak ada “ ujar anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim, DR Rasiyo.

Untuk  program seleksi supaya proporsional dan fair akan ada  Komisi Kontrol dan Pengawasan nanti  untuk mengawasi supaya peruntukan beasiswa tidak  ditujukan kepada lembaga-lembaga tertentu,. Juga program-program misalkan seleksi penerimaan beasiswa kan baru semua. Agar bisamengena bagi yang membutuhkan dan  tepat sasaran

“ Artinya harus diketahui oleh masyarakat pada umumnya, jangan sampai nanti ini dilakukan tapi masyarakat nggak paham. Kalau program pendidikan tinggi itu kan bukan ranahnya Dinas Pendidikan. Kalau memberikan bantuan, aku beli-beli saja. Tidak harus ini menangani duit yang dikti, itu enggak. Karena kan yang dibantu itu khusus untuk masyarakat Jawa Timur, penduduk Jawa Timur.“ tambah mantan Kadindik Jatim ini.

“Ya, kalau pendidikannya tinggi, artinya dia bisa sampai lulus SI kan berarti wawasan pengetahuannya tambah baik. Dampaknya nanti ya harapannya dia segera kerja kemudian berdampak sosial pada lingkungan masyarakat. berkontribusi kepada masyarakat. Iya, kontribusi tentu harus. Sebagai sumbangsih keilmuan  yang diperoleh dari mendaoatkan program beasiswa. yang difasilitasi pemerintah."ujarnya.

“Kalau  terkait IPM, angka partisipasi masyarakatnya sudah tinggi. IPM ( Indek Pembangunan  Manusia) salah satunya itu. pembangunan makhluk dunia. Jadi kualitas pemberdayaan yang naik diukur dari pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. “pungkasnya.
 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu