Komisi E Dorong Murid Nakal Dikirim ke Pesantren Daripada ke Barak TNI
Pengiriman ke pondok pesantren atau pembinaan oleh kader Pramuka dinilai menjadi solusi yang tepat untuk memberi pendidikan karakter bagi murid nakal. Daripada dikirim ke barak TNI seperti yang dilakukan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.
Pengiriman ke pondok pesantren atau pembinaan oleh kader Pramuka dinilai menjadi solusi yang tepat untuk memberi pendidikan karakter bagi murid nakal. Daripada dikirim ke barak TNI seperti yang dilakukan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Jairi Irawan mengatakan,Gubernur Khofifah Indar Parawansa mempunyai pandangan sendiri soal anak nakal. Gubernur Khofifah lebih memilih mengirim murid nakal ke sekolah taruna.
Jairi menjelaskan, sekolah taruna mempunyai kapasitas tertentu untuk menampung murid. Pengiriman murik untuk masuk taruna sudah melalui pilihan, karena kursi yang ada sangat terbatas. Pendaftaran ke sekolah taruna juga harus sejak awal pembukaan.
“Masuk taruna sudah pilihan. Sedangkan yang belum dapat menikmati sekolah taruna, kan terbatas. Mungkin yang lain belum terbentuk disiplinnya,” ujarnya, dikonfirmasi.
Komisi E menilai murid yang belum terbentuk disiplinnya, dimana yang selama ini dianggap nakal karena mempunyai kebiasaan yang tidak biasa, tidak serta merta harus ditaruh di sekolah taruna.
“Yang selama ini dianggap nakal, yang dianggap punya kebiasaan yang tidak biasa tidak serta merta harus ditaruh di taruna,” harap politisi asal Partai Golkar itu.
Komisi E menyarankan murid bisa dididik tempat lain yang akses sekolahnya mudah dan tidak terbentur waktu, yaitu dikirim ke pondok pesantren yang menjadi khas Jawa Timur. Selain itu, murid juga bisa dibina kader Pramuka.
Untuk diketahui, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi akan mengirim murid nakal ke barak TNI untuk memberi pendidikan karakter.
Sementara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mempunyai kebijakan sendiri. Jawa Timur sudah memiliki sekolah taruna untuk memberi pendidikan karakter kebangsaan, karakter nusantara/ hingga karakter ke-Indonesiaan.
"Kita sudah punya cara, lewat sekolah tersebut, anak-anak Jatim akan dididik mendapatkan karakter kebangsaan, karakter nusantara, hingga karakter ke-Indonesiaan," ujar Gubernur Khofifah beberapa hari sebelumnya.
Mantan menteri social itu merinci, Pemprov Jatim sudah membangun SMA Taruna Nala di Malang dan SMA Taruna Angkasa di Madiun di era Gubernur Soekarwo,
Selanjutnya, Gubernur Khofifah dilakukan pembangunan SMA Taruna Brawijaya di Kediri, SMA Taruna Bhayangkara di Banyuwangi, SMA Taruna Madani Pasuruan, dan dalam proses pembangunan saat ini adalah SMA Taruna Pamong Praja yang bekerja sama dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Bojonegoro.










