Generasi Muda di Jawa Timur Rawan Pengaruh Kehidupan Gay, Inilah Cara Mengantisipasinya
Anggota komisi E DPRD Jawa Timu Suli Da'im mengatakan perlu ada penguatan jati diri termasuk keimanan pada generasi muda yang ada di Jawa Timur. Pengaruh lingkungan dan pergaulan perlu dilakukan pengawasan ekstra ketat sebagai antisipasi hal-hal negatif, salah satunya maraknya komunitas gay yang muncul dalam beberapa waktu lalu.
Anggota komisi E DPRD Jawa Timu Suli Da'im mengatakan perlu ada penguatan jati diri termasuk keimanan pada generasi muda yang ada di Jawa Timur. Pengaruh lingkungan dan pergaulan perlu dilakukan pengawasan ekstra ketat sebagai antisipasi hal-hal negatif, salah satunya maraknya komunitas gay yang muncul dalam beberapa waktu lalu.
"Perlu penguatan peran keluarga untuk mengantisipasi kehidupan generasi muda dari gay,"jelas politisi PAN ini, sabtu 14 Juni 2025.
Pria asal Ngawi ini mengatakan ntuk mengantisipasi gaya "gay" di kalangan remaja, penting untuk memberikan pendidikan seksual yang komprehensif dan tepat sejak dini, serta menciptakan lingkungan yang mendukung dan inklusif.
"Pendidikan ini sebaiknya mencakup pemahaman tentang orientasi seksual, kesehatan reproduksi, dan pentingnya menghormati perbedaan. Selain itu, peran keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat krusial dalam memberikan bimbingan dan dukungan yang tepat bagi remaja,"terang aktivis Muhammadiyah ini.
Menurutnya,dengan memberikan pendidikan yang tepat, menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, serta melibatkan semua pihak terkait, kita dapat membantu remaja untuk tumbuh menjadi individu yang sehat, bahagia, dan menghargai perbedaan.
Kepolisian Daerah Jawa Timur membongkar keberadaan jaringan penyimpangan seksual sesama jenis atau gay berbasis daring yang memanfaatkan salah satu platform media sosial. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol. Raden Bagoes Wibisono membenarkan pengungkapan tersebut dan
menyatakan bahwa saat ini kasus masih dalam tahap pengembangan.
"Ada yang sudah kami amankan, namun masih terus kami kembangkan oleh Subdit II," kata Bagoes saat dikonfirmasi di Surabaya beberapa waktu lalu.Jaringan tersebut diketahui telah berjalan sejak tiga tahun terakhir dan memiliki lebih dari 11 ribu anggota.
Pada awalnya, grup itu bersifat tertutup dan hanya dapat diakses dengan persetujuan admin. Namun belakangan grup tersebut terbuka untuk umum.










