13 Sekolah Rakyat Bulan Juli Beroperasi di Jawa Timur, Prioritaskan Siswa Benar Keluarga Miskin Ekstrem
Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Siti Mukiarti mengatakan dirinya berharap seluruh siswa yang menjalani pendidikan di sekolah rakyat di Jawa Timur harus benar-benar berisikan siswa yang berasal dari masyarakat tidak mampu.
Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Siti Mukiarti mengatakan dirinya berharap seluruh siswa yang menjalani pendidikan di sekolah rakyat di Jawa Timur harus benar-benar berisikan siswa yang berasal dari masyarakat tidak mampu.
"Persyaratan utama siswa Sekolah Rakyat adalah berasal dari keluarga yang tergolong tidak mampu, khususnya mereka yang masuk dalam desil 1 atau desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),"jelas wanita asal Trenggalek ini, Kamis (19/6/2025).
Selain itu,sambung politisi PKB ini ada beberapa persyaratan lain yang perlu dipenuhi, seperti usia, jenjang pendidikan, dan kesediaan untuk tinggal di asrama jika sekolah tersebut berasrama."Tentunya harus benar-benar pesyaratan yang sudah ditetapkan. Dan yang terutama adalah masyarakat tidak mampu dan tentunya lebih diprioritaskan dari keluarga miskin ekstrem yang menjadi prioritas utama," tuturnya.
Harapannya,lanjut dia program tersebut dapat menjangkau banyak keluarga yang benar-benar sangat membutuhkan.
"Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan akses pendidikan sebanyak mungkin untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu,"terangnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut 13 sekolah rakyat siap beroperasi di Jawa Timur pada tahun 2025. Sekolah rakyat yang siap beroperasi tahun 2025 ini adalah jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
13 sekolah rakyat tersebut tersebar di beberapa wilayah di Jawa Timur. Mulai dari Malang, Pasuruan, Lamongan dan Batu.










