gerbang baru nusantara

Dapat Keluhan Anak Muda Terkait Peluang Kerja, Fauzan: Perlu Ada Perubahan Metode Pelatihan dan Pembinaan Anak Muda Sesuai Kondisi Saat Ini

Penciptaaan lapangam kerja khususnya bagi anak anak muda dan milenial menjadi persoalan yang harus menjadi perhatian pemerintah.

Ari Setiabudi
Selasa, 01 Juli 2025
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jatim Fauzan Fuadi dalam kegiatan reses

Penciptaaan lapangam kerja khususnya bagi anak anak muda dan milenial menjadi persoalan yang harus menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya saat ini ancaman penganguran dari kalangan muda dan milenial menjadi persoalan di depan mata.

Hal ini dikatakan anggota DPRD Jatim Fauzan Fuadi saat mengelar reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Bojonegoro-Tuban, menyapa kalangan muda dan milenial, di Ansor Rengel Fun Run di Stadion Watu Bulus Rengel Tuban. Dari reses tersebut terungkap kegalauan mereka baik yang belum mendapat pekerjaan serta mereka yang masih SMA-SMK pasca menyelesaikan pendidikan nanti.

“Hari pertama reses kemarin, Minggu (29/06/2025) pagi, ada lebih banyak teman-teman milenial dan anak-anak pemuda. (Aspirasi) yang disampaikan mereka terkait lapangan kerja dan pendidikan. Mereka minta diperhatikan, setelah selesai menempuh pendidikan, mereka minta kayak jaminan pekerjaan," ujar Fauzan usai menggekar resesnya menyapa masyarakat di sekertarit DPC PKB Tuban, Selasa (01/07/2025).

Menurut Fauzan, perhatian pemerintah selama ini terhadap anak anak muda memang sudah ada. Namun, ia mengakui bahwa pelaksanaan di lapangan masih perlu disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Perhatian selama ini kan sudah banyak, cuma mungkin sasaran dan aspek, kesesuaian dengan kebutuhan di lapangannya itu yang mungkin belum maksimal dilakukan. Pelatihan sebanyak apa pun dilakukan kalau keperluannya hanya menyerap atau menghabiskan anggaran kan percuma,” tegasnya.

Untuk itu, Fauzan meminta pelatihan dan pembinaan yang menyesuaikan kondisi saat ini harus dilakukan. Dirinya mencontohkan tren pemanfaatan media sosial oleh generasi muda yang berpotensi besar menjadi sumber ekonomi baru. Dan ini yang kurang direspon dalam pelatihan dan pembinaan.

“Yang mereka butuhkan untuk bisa mendapatkan peluang ekonomi itu apa? Sekarang misalnya masyarakat kita ini khususnya anak-anak muda happening dengan model-model mencari peluang ekonomi dengan memanfaatkan sosial media, misalnya. Nah, itu yang harus dilakukan," ucapnys.

Ini lanjut pria yang juga Ketua Fraksi PKB, pemerintah perlu hadir untuk memberikan pelatihan profesional dalam pemanfaatan media sosial secara optimal.

“Bagaimana memanfaatkan akun sosial media yang mereka punya itu secara profesional. Supaya di situ tidak hanya sekadar gaya-gayaan punya akun sosial media, eksistensi diri dan seterusnya. Tapi betul-betul di situ ada muatan ekonomi atau manfaat sosial, atau manfaat-manfaat lain yang bisa didapat," jelasnya. 

Menurutnya, pendampingan bagi pemula sangat penting karena mereka tidak memiliki modal sosial seperti selebritas atau influencer.

“Itu kan berarti perlu dibina. Karena selama ini yang memanfaatkan sosial media yang menghabiskan ya mereka yang dengan tingkat pengaruh ke masyarakat yang sudah sangat luas. Artinya pesohor-pesohor, artis atau mereka yang sudah punya modal follower besar, sehingga mau memanfaatkan akunnya itu atau followernya untuk kepentingan ekonomi itu bisa,” paparnya.

“Sementara yang pemula, yang mulai dari awal, kan tidak bisa kalau tidak didampingi. Nah ini pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi semua mesti berkolaborasi untuk membuat tools yang dari atas ke bawahnya itu seragam. Jangan jalan sendiri-sendiri, kalau jalan sendiri-sendiri tidak bisa,” lajut Fauzan mempertegas. 

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu