gerbang baru nusantara

Rasiyo: Sekolah Rakyat untuk Masyarakat Miskin Ekstrem dengan Fasilitas Luar Biasa

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Dr. Rasiyo, menyebut Sekolah Rakyat sebagai program pemerintah untuk masyarakat miskin ekstrem dengan fasilitas pendidikan luar biasa. Meski begitu, banyak siswa di beberapa daerah memilih mundur. Komisi E akan menelusuri penyebabnya melalui kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di Jatim.

Yuli Iksanti
Jumat, 26 September 2025
Bagikan img img img img
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Rasiyo, menegaskan pentingnya Sekolah Rakyat sebagai program pendidikan untuk masyarakat miskin ekstrem, Jumat (26/09/2025).

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. Rasiyo, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat (SR) merupakan program pemerintah pusat untuk membantu masyarakat miskin ekstrem. Menurutnya, fasilitas yang diberikan sangat luar biasa, mulai dari sarana fisik, digital, hingga dukungan kebutuhan dasar siswa.


Fasilitas Lengkap untuk Putus Rantai Kemiskinan

Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas dan berkelanjutan.

Fasilitas yang disediakan mencakup ruang kelas layak, laboratorium, perpustakaan, ruang UKS, ruang BK, lapangan olahraga, dan asrama. Dukungan digital berupa laptop, smart board, dan akses internet juga disediakan. Selain itu, siswa mendapat makan gratis, seragam, layanan kesehatan rutin, serta tenaga pengajar terlatih.

Ketika Sekolah Rakyat masih pada tahap perencanaan, sebelumnya, Rasiyo juga mengingatkan pentingnya sinergi antarinstansi dalam pengelolaan Sekolah Rakyat.


Banyak Siswa Mundur, Rasiyo Minta Telusuri Penyebab

Meski fasilitas dinilai luar biasa, belakangan muncul masalah dengan banyaknya siswa yang mundur dari Sekolah Rakyat di Jember, Tuban, dan Malang. Kondisi ini sebelumnya juga disoroti anggota Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas.

“Ini fasilitas yang meringankan dan tidak berbiaya. Mestinya tidak perlu mundur. Mungkin ada provokasi yang menyebabkan mereka mengurungkan niat,” kata Rasiyo.

Menurut politisi Partai Demokrat itu, penyebab pengunduran diri siswa dan kepala sekolah masih ditelusuri. Ia menilai, dengan fasilitas yang sudah sangat memadai, seharusnya tidak ada keraguan.


Komisi E Lakukan Kunjungan ke Sekolah Rakyat

Untuk mencari solusi, Komisi E DPRD Jatim akan melakukan kunjungan ke tiga Sekolah Rakyat di Jombang, Mojokerto, dan Lamongan. Setelah itu, kunjungan akan dilanjutkan ke sekolah lain di berbagai daerah, termasuk Jember, Tuban, dan Malang.

“Jawa Timur memiliki 38 kabupaten/kota. Artinya, semua harus mendapat prioritas kunjungan sesuai jadwal resmi Komisi,” jelas Rasiyo, yang juga mantan Sekretaris Provinsi Jawa Timur.

Kunjungan Komisi E ke Sekolah Rakyat dan penyaluran bansos sebelumnya sudah dimulai untuk SR Banyuwangi.


Pendidikan untuk Masyarakat Miskin Ekstrem

Rasiyo menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat ditujukan khusus untuk masyarakat miskin ekstrem. “Kalau tidak dibantu pemerintah, mereka tidak akan mampu. Hanya dengan pendidikan kita bisa mengurangi angka kemiskinan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu