gerbang baru nusantara

Penguatan Wasbang Layak Diberikan ke Siswa Sekolah di Jatim

Wara Sundary Renny minta penguatan wasbang bagi pelajar Jatim pascaledakan SMA 72 Jakarta sebagai benteng radikalisme dan ancaman ideologi asing.

Try Wahyudi
Senin, 10 November 2025
Bagikan img img img img
Wara Sundary Renny memberikan keterangan terkait pentingnya penguatan wawasan kebangsaan bagi pelajar Jatim.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Wara Sundary Renny Pramana, menegaskan perlunya penguatan wawasan kebangsaan (wasbang) bagi pelajar di seluruh sekolah di Jawa Timur. Seruan ini disampaikan menyusul ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta Utara pada Jumat (07/11/2025).

(Baca Selengkapnya: Pengamanan ketat sekolah Jatim pasca teror - tekankan kewaspadaan dan penguatan pendidikan kebangsaan)


 

Keprihatinan dan Seruan Penguatan Wawasan Kebangsaan

Dalam keterangannya pada Senin (10/11/2025), Wara menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap fakta bahwa pelaku peledakan di SMA tersebut masih berusia 17 tahun.

“Pertama, saya prihatin atas ledakan di SMA di Jakarta, di mana pelakunya masih belia, yaitu usia 17 tahun. Ini sangat memprihatinkan. Ke depan perlu penguatan wasbang di semua siswa sekolah di Jatim,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Wara menegaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan fondasi penting bagi pelajar untuk menumbuhkan cinta tanah air, menjaga persatuan di tengah keberagaman, memperkuat karakter, serta menjadi benteng terhadap ancaman disintegrasi dan pengaruh negatif globalisasi maupun ideologi asing.


 

Wasbang sebagai Pelindung dari Radikalisme dan Terorisme

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim itu menambahkan bahwa pelajar dengan wawasan kebangsaan yang kuat lebih mampu memahami nilai-nilai luhur bangsa seperti toleransi dan Pancasila. Pemahaman tersebut mendorong mereka menjadi generasi penerus yang berkarakter dan bertanggung jawab.

“Termasuk membentengi dari paham radikalisme dan terorisme,” tegasnya.

(Baca Selengkapnya: Puguh Ingatkan bahwa Kewaspadaan Kolektif adalah Langkah Pertama Mitigasi Radikalisme di Sekolah)


 

Perkembangan Kasus dan Respons Kepolisian

Identitas Pelaku dan Penyelidikan

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, menegaskan bahwa terduga pelaku peledakan di SMA Negeri 72 Jakarta adalah siswa aktif di sekolah tersebut.

Meski beredar sejumlah informasi di media sosial dan berbagai pemberitaan, hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai identitas lengkap dan motif tindakan yang dilakukan pelaku.

Alarm bagi Relasi Orangtua, Guru, dan Pelajar

Kasus ini juga dipandang sebagai peringatan penting terhadap berubahnya relasi antara anak dan orangtua, serta antara siswa dan guru di sekolah. Dalam berbagai persoalan remaja, orangtua kerap tidak hadir mendampingi proses tumbuh kembang anak secara memadai.

Di sisi lain, beban kerja yang besar dan relasi yang kurang efektif antara guru dan orangtua membuat perhatian guru kepada siswa menjadi kurang intens.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu