Cahyo Sesalkan Masih Ada Difabel yang Belum Dapat Akses Pelayanan Maksimal
Cahyo Harjo Prakoso menyesalkan masih adanya difabel yang belum memperoleh akses pelayanan maksimal saat reses di Surabaya. Ia berkomitmen melakukan pendampingan, sementara warga juga mengadukan kondisi TPS sampah yang memprihatinkan dan perlu penanganan segera.
Warga Keluhkan Minimnya Akses Layanan untuk Difabel
SURABAYA — Masih adanya masyarakat difabel yang belum mendapatkan akses pelayanan publik secara maksimal disesalkan oleh Anggota DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso. Hal ini terungkap saat dirinya menggelar reses di RW 2, Kelurahan Jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung, pada Senin (24/11/2025).
“Cukup mencengangkan bahwa ada keluarga kita, anak-anak kita, tetangga kita yang masuk kategori difabel namun belum mendapatkan akses pelayanan yang baik. Ini membutuhkan atensi yang lebih maksimal,” ujarnya.
Cahyo menegaskan bahwa difabel tidak membutuhkan belas kasihan, melainkan pemberdayaan yang dapat meningkatkan produktivitas. Ia menilai perlindungan dan pemenuhan hak difabel harus menjadi prioritas pemerintah.
(Baca Selengkapnya: Penguatan indikator layanan difabel penting untuk memastikan akses setara)
(Baca Selengkapnya: Upaya legislatif untuk mempercepat regulasi proteksi difabel)
DPRD Jatim Siap Dampingi Difabel Peroleh Bansos dan Pemberdayaan
Ketua DPC Gerindra Surabaya ini menyampaikan bahwa pendampingan akan dilakukan untuk memastikan penyandang disabilitas memperoleh bantuan sosial dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kota secara tepat sasaran.
“Ini akan kami data, bagaimana pelayanan sosial dan bantuan sosial yang sudah diberikan. Kami juga akan memperhatikan aspek pemberdayaannya,” ucapnya.
Cahyo menegaskan bahwa pemberdayaan difabel penting agar mereka dapat meningkatkan kemandirian dan produktivitas sosial-ekonomi.
Aspirasi Soal TPS Sampah dan Kondisi Lingkungan Juga Mengemuka
Selain persoalan pelayanan untuk difabel, warga juga menyampaikan aspirasi mengenai kondisi Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang dinilai memprihatinkan. TPS yang berada di atas lahan milik Jasa Marga membutuhkan perbaikan, namun terdapat kendala administratif terkait perizinan.
“Tadi ada aspirasi soal pengelolaan sampah. TPS di sini kondisinya memprihatinkan. Untuk mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemkot, perlu izin dari Jasa Marga,” ujar politisi muda Partai Gerindra itu.
Ia menambahkan bahwa proses perbaikan lingkungan, termasuk pengerukan kali, sangat diperlukan untuk mengatasi sampah basah dan sedimen yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Cahyo memastikan dirinya siap mengawal proses tersebut, termasuk bersurat kepada Jasa Marga dan membantu secara pribadi apabila dibutuhkan.
“Saya siap membantu pembangunan atau perbaikan TPS, termasuk menyediakan gerobak sampah agar tidak ada lagi sampah keleleran,” katanya.
Aspirasi warga terkait banjir dan infrastruktur lingkungan ini sebelumnya juga sempat muncul dalam reses anggota lain.
(Baca Selengkapnya: Isu banjir dan infrastruktur jalan memang kerap menjadi aspirasi wilayah perkotaan)
Cahyo Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Sampah untuk Kesehatan Kota
Anggota Komisi E DPRD Jatim ini menekankan bahwa pengelolaan sampah yang buruk akan berdampak pada kebersihan kota, citra lingkungan, bahkan menjadi sumber penyakit.
“Apabila tidak ditangani dengan baik, ini akan mengganggu kebersihan kota, merusak citra kampung kota Surabaya, dan menjadi sumber penyakit baru,” pungkasnya.










