Jelang Arus Mudik Lebaran, Harisandi Savari Minta Pengawalan Ketat di Titik Rawan Bencana Jalan Provinsi
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Harisandi Savari meminta pengawasan ketat di titik rawan bencana pada ruas jalan provinsi menjelang arus mudik dan balik Lebaran demi menjaga keselamatan pemudik.
DPRD Jatim Dorong Pengawasan Infrastruktur Jalan
Surabaya — Menjelang arus mudik dan balik Lebaran, DPRD Jawa Timur mengingatkan pentingnya pengawasan ekstra pada titik-titik rawan bencana di ruas jalan provinsi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik setelah Hari Raya.
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, R. Harisandi Savari, mengatakan pemerintah sebenarnya telah memiliki peta titik rawan bencana di sejumlah ruas jalan provinsi. Namun, meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran menuntut pengawasan langsung di lapangan.
“Secara data, pemetaan titik rawan bencana di jalan provinsi sudah ada. Yang perlu diperkuat sekarang adalah pengawalan di lapangan, khususnya pada lokasi yang memiliki potensi longsor, banjir, maupun kerusakan badan jalan,” ujar Bendahara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Jawa Timur tersebut.
Mitigasi Bencana untuk Keselamatan Pemudik
Menurut Harisandi Savari, pengawasan tersebut penting agar pemerintah dapat melakukan langkah antisipatif sejak dini. Upaya tersebut meliputi penguatan konstruksi jalan, perbaikan drainase, hingga pemasangan rambu peringatan di titik berisiko.
Ia menjelaskan bahwa tingkat kemantapan jalan provinsi di Jawa Timur saat ini telah mencapai sekitar 86,5 persen, sementara sekitar 13,49 persen ruas jalan masih memerlukan perbaikan.
“Ini harus menjadi perhatian serius karena saat musim mudik mobilitas masyarakat meningkat tajam. Jangan sampai kerusakan jalan atau bencana justru membahayakan para pemudik,” katanya.
Karena itu, ia mendorong instansi teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pengawasan intensif pada lokasi yang telah teridentifikasi rawan bencana.
Menurutnya, langkah mitigasi yang dilakukan secara rutin dapat menekan potensi kerusakan jalan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
“Kalau pengawalan dilakukan secara rutin, potensi kerusakan jalan akibat bencana dapat ditekan. Ini penting untuk menjaga keselamatan masyarakat yang melintas, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran,” jelasnya.
Isu kesiapan menghadapi mobilitas masyarakat saat musim libur juga sebelumnya pernah disoroti DPRD Jawa Timur, termasuk terkait strategi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi kelancaran perjalanan
baca selengkapnya:
Infrastruktur Aman Dukung Kelancaran Mudik
DPRD Jawa Timur menegaskan akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kesiapan infrastruktur jalan menjelang Lebaran. Infrastruktur jalan yang aman dan terawat dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi selama masa libur Hari Raya.
Selain pengawasan infrastruktur, kesiapan fasilitas transportasi juga menjadi perhatian DPRD Jawa Timur dalam menghadapi lonjakan pemudik, Upaya penguatan pengawasan tersebut dinilai penting untuk mempertahankan tren penurunan angka kecelakaan lalu lintas pada periode mudik sebelumnya
baca selengkapnya:
-
permintaan Komisi D DPRD Jatim agar pengelola Terminal Purabaya meningkatkan kesiapan layanan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran
-
catatan DPRD Jatim mengenai penurunan angka kecelakaan lalu lintas saat Lebaran 2025 sebagai hasil peningkatan kesiapan mudik
“Yang kami dorong adalah langkah pencegahan. Jangan sampai menunggu kerusakan besar atau bahkan menimbulkan korban baru dilakukan penanganan,” pungkas Harisandi Savari.










