Jawa Timur Konsisten Swasembada Pangan, Deni Prasetya Apresiasi Gubernur Khofifah
Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyatakan Jawa Timur telah mencapai swasembada pangan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kompleks gudang Bulog Buduran, Sidoarjo
Jawa Timur Konsisten Swasembada Pangan, DPRD Jatim Apresiasi Kinerja Pemprov, Produksi Beras Jatim Surplus, Status Swasembada Ditegaskan
Surabaya – Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyatakan Jawa Timur telah mencapai swasembada pangan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kompleks gudang Bulog Buduran, Sidoarjo, pada Minggu (19/04/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian melihat langsung stok beras hasil panen petani Jawa Timur yang memenuhi gudang Bulog. Bahkan, antrean truk pengangkut beras masih terlihat menunggu proses distribusi.
Anggota DPRD Jatim, Deni Prasetya, menyatakan capaian swasembada pangan tersebut didukung data produksi yang menunjukkan surplus signifikan.
“Produksi beras Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 1,2 juta ton, dan sekitar 615.000 ton telah tersimpan di gudang Bulog. Ini menunjukkan Jawa Timur telah swasembada pangan,” ujar Deni.
baca selengkapnya:
Peran Pemprov dan Konsistensi Lima Tahun
Menurut Deni, capaian tersebut tidak terlepas dari peran strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Ia juga mengapresiasi kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur yang dinilai mampu menerjemahkan kebijakan secara teknis di lapangan.
“Capaian ini bukan hal mudah. Dibutuhkan perencanaan matang dan kerja keras. Jawa Timur juga konsisten mempertahankan swasembada pangan dalam lima tahun terakhir,” jelasnya.
baca selengkapnya:
DPRD Dorong Kesejahteraan Petani
Deni menekankan bahwa capaian swasembada pangan harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani. Ia menilai harga jual beras harus tetap berpihak kepada petani lokal serta didukung ketersediaan pupuk yang stabil.
Selain itu, DPRD Jatim juga mendorong perhatian terhadap tantangan sektor pertanian, seperti banjir yang kerap mengganggu produktivitas di sejumlah daerah.
“Harapan kami, swasembada pangan ini diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani dan dukungan penuh dari pemerintah,” tegasnya.
baca selengkapnya:










