Antisipasi Gagal Panen Saat El Nino Godzilla, PATS Layak Digunakan di Jatim
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Ro'aitu Nafif Laha, mendorong optimalisasi Pompa Air Tenaga Surya (PATS) untuk membantu petani menghadapi ancaman kekeringan dan gagal panen akibat El Nino 2026.
Surabaya — Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Ro'aitu Nafif Laha, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengoptimalkan penggunaan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) guna mengantisipasi ancaman kekeringan dan gagal panen akibat fenomena El Nino 2026.
Menurut politikus Partai Gerindra tersebut, PATS merupakan teknologi energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian tanpa bergantung pada bahan bakar minyak (BBM).
“Tentunya bisa dimaksimalkan oleh Pemprov Jatim untuk mengatasi kekeringan, terutama bagi petani persawahan,” ujar Nafif, Jumat (10/04/2026).
Ia menjelaskan teknologi ramah lingkungan tersebut menjadi solusi penting untuk mendukung produktivitas pertanian di tengah ancaman musim kemarau panjang dan kebijakan efisiensi BBM. Menurut Nafif, penggunaan PATS memungkinkan petani menanam padi hingga tiga kali dalam setahun tanpa harus menunggu jeda tanam palawija karena suplai air irigasi lebih stabil.
Ia menyebut sejumlah daerah di Jawa Timur telah memanfaatkan teknologi tersebut, di antaranya Ngawi, Bondowoso, Malang, dan Banyuwangi.
“Ada di Ngawi, Bondowoso, Malang, dan Banyuwangi. Tentunya Pemprov Jatim bisa bersinergi dengan pemerintah daerah yang belum memiliki untuk penambahan pompa tersebut,” tuturnya.
Nafif menjelaskan saat fenomena El Nino Godzilla terjadi, intensitas sinar matahari berada pada titik tinggi sehingga PATS justru dapat bekerja secara maksimal karena memperoleh pasokan energi surya melimpah.
“PATS dapat dipasang di mana saja untuk menarik air dari sumur dalam atau sumber air permukaan tanpa bergantung pada bahan bakar fosil atau kabel listrik,” jelasnya.
Baca Selengkapnya: DPRD Jawa Timur menyoroti dampak El Nino terhadap kenaikan harga beras akibat terganggunya produksi pertanian dan distribusi pangan
Nafif menambahkan keberadaan PATS membantu menjaga kelembapan tanah agar tanaman padi maupun bawang merah tetap produktif meskipun curah hujan sangat rendah selama musim kemarau.
“Dengan menyediakan suplai air yang stabil untuk irigasi, PATS membantu menjaga kelembapan tanah agar tanaman padi atau bawang merah tetap produktif meskipun curah hujan sangat rendah,” katanya.
Ia juga menilai penggunaan energi surya dalam sistem pompa air pertanian dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca sehingga mendukung upaya pengendalian perubahan iklim.
“Penggunaan PATS tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca sehingga membantu mengurangi laju perubahan iklim yang menjadi pemicu munculnya anomali cuaca ekstrem seperti El Nino di masa depan,” tandasnya.










