Tolak Jadi Angka Statistik, Anik Maslachah Ajak NU Perkuat Soliditas Banom dan Syiar
Anggota DPRD Jatim Dapil II Kab. Sidoarjo, Anik Maslachah, mengajak Nahdlatul Ulama memperkuat soliditas badan otonom (banom), pendidikan madrasah, dan syiar Islam Ahlussunnah Wal Jamaah untuk menghadapi tantangan geopolitik global dan persaingan sumber daya manusia.
NU Diminta Perkuat Kualitas SDM Hadapi Geopolitik Global
SURABAYA — Ketidakpastian geopolitik global dinilai menjadi alarm bagi Nahdlatul Ulama. Anggota DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah, meminta NU kembali pada akar perjuangan Ruhul Jihad dengan meneguhkan nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).
“NU jangan hanya besar jumlah, tetapi harus disegani dunia,” tegas Anik saat kegiatan sosialisasi dewan di Kantor MWCNU Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (26/04/2026).
Menurut politisi Fraksi PKB DPRD Jatim itu, NU wajib mengambil peran strategis di tengah arus globalisasi dan pergeseran ekonomi dunia, termasuk mengantisipasi potensi transformasi jalur laut dan udara di Indonesia. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama.
Peran NU dan Potensi Kiprahnya dalam Penguatan SDM Jawa Timur
“Saya mengapresiasi Muslimat NU yang sudah memiliki taman kanak-kanak dan lembaga NU yang mengelola madrasah. Lembaga pendidikan ini harus terus diperkuat supaya daya saingnya tinggi,” ujarnya.
Anik menilai penguatan pendidikan madrasah menjadi bagian penting dalam menciptakan SDM unggul di lingkungan NU.
Baca Selengkapnya:
- Isu kesejahteraan guru madrasah telah lama menjadi perhatian Komisi E DPRD Jawa Timur
- Desakan Komisi E DPRD Jawa Timur agar kesejahteraan guru madrasah menjadi prioritas pemerintahan daerah
- Harapan guru madrasah Jawa Timur agar Pemprov dapat belajar dari best-practice penyejahteraan guru madrasah di Provinsi Jawa Barat
Anik menyebut sekitar 55 persen dari total 280 juta penduduk Indonesia merupakan warga NU. Namun, menurutnya, kekuatan besar tersebut tidak akan berarti tanpa kualitas dan daya saing.
“Kalau 55 persen ini kompetitif, NU bicara apa saja pasti dipercaya,” katanya.
Ia menegaskan gerakan NU harus kembali menata nilai dasar agar kader tidak terjebak pragmatisme dan perebutan kekuasaan material.
“Ruhul Jihad kita adalah penetapan dan penataan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah,” ujar Anik.
Apresiasi Hikmah terhadap MWCNU Sukodono Kab. Sidoarjo
MWCNU Sukodono mendapat apresiasi khusus karena masuk Klaster A di Kabupaten Sidoarjo. Penilaian tersebut didasarkan pada tertib administrasi serta aktivitas keagamaan yang dinilai aktif dan hidup.
alam kesempatan itu, Anik juga menyoroti dua kekuatan utama NU Sukodono, yakni soliditas badan otonom (banom) dan konsistensi syiar Islam Aswaja.
Ia mengajak orang tua dan kader NU merespons dinamika geopolitik global secara strategis, cerdas, dan taktis agar organisasi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Jangan sampai NU hanya kuantitas besar, tetapi melempem. Semoga Allah memberi rida agar NU tetap dipercaya masyarakat Indonesia dan global,” pungkasnya.










