gerbang baru nusantara

Tolak Jadi Angka Statistik, Anik Maslachah Ajak NU Perkuat Soliditas Banom dan Syiar

Anggota DPRD Jatim Dapil II Kab. Sidoarjo, Anik Maslachah, mengajak Nahdlatul Ulama memperkuat soliditas badan otonom (banom), pendidikan madrasah, dan syiar Islam Ahlussunnah Wal Jamaah untuk menghadapi tantangan geopolitik global dan persaingan sumber daya manusia.

Adi Suprayitno
Senin, 27 April 2026
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jawa Timur Dapil II Kab. Sidoarjo, Anik Maslachah, saat menghadiri sosialisasi di Kantor MWCNU Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.

NU Diminta Perkuat Kualitas SDM Hadapi Geopolitik Global

SURABAYA — Ketidakpastian geopolitik global dinilai menjadi alarm bagi Nahdlatul Ulama. Anggota DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah, meminta NU kembali pada akar perjuangan Ruhul Jihad dengan meneguhkan nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).

“NU jangan hanya besar jumlah, tetapi harus disegani dunia,” tegas Anik saat kegiatan sosialisasi dewan di Kantor MWCNU Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (26/04/2026).

Menurut politisi Fraksi PKB DPRD Jatim itu, NU wajib mengambil peran strategis di tengah arus globalisasi dan pergeseran ekonomi dunia, termasuk mengantisipasi potensi transformasi jalur laut dan udara di Indonesia. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama.

Peran NU dan Potensi Kiprahnya dalam Penguatan SDM Jawa Timur

“Saya mengapresiasi Muslimat NU yang sudah memiliki taman kanak-kanak dan lembaga NU yang mengelola madrasah. Lembaga pendidikan ini harus terus diperkuat supaya daya saingnya tinggi,” ujarnya.

Anik menilai penguatan pendidikan madrasah menjadi bagian penting dalam menciptakan SDM unggul di lingkungan NU.

Baca Selengkapnya:

Anik menyebut sekitar 55 persen dari total 280 juta penduduk Indonesia merupakan warga NU. Namun, menurutnya, kekuatan besar tersebut tidak akan berarti tanpa kualitas dan daya saing.

“Kalau 55 persen ini kompetitif, NU bicara apa saja pasti dipercaya,” katanya.

Ia menegaskan gerakan NU harus kembali menata nilai dasar agar kader tidak terjebak pragmatisme dan perebutan kekuasaan material.

Ruhul Jihad kita adalah penetapan dan penataan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah,” ujar Anik.

Apresiasi Hikmah terhadap MWCNU Sukodono Kab. Sidoarjo

MWCNU Sukodono mendapat apresiasi khusus karena masuk Klaster A di Kabupaten Sidoarjo. Penilaian tersebut didasarkan pada tertib administrasi serta aktivitas keagamaan yang dinilai aktif dan hidup.

alam kesempatan itu, Anik juga menyoroti dua kekuatan utama NU Sukodono, yakni soliditas badan otonom (banom) dan konsistensi syiar Islam Aswaja.

Ia mengajak orang tua dan kader NU merespons dinamika geopolitik global secara strategis, cerdas, dan taktis agar organisasi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Jangan sampai NU hanya kuantitas besar, tetapi melempem. Semoga Allah memberi rida agar NU tetap dipercaya masyarakat Indonesia dan global,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu