Musim Tanam Tiba, Petani di Tulungagung Mengeluh Harga Pupuk Subsidi Tinggi
DPRD Jatim menyoroti mahalnya pupuk subsidi di Tulungagung saat musim tanam. Kenaikan harga diduga akibat rantai distribusi panjang yang tidak tepat sasaran.
Harga Pupuk Subsidi Tinggi, Petani Tulungagung Mengeluh
Surabaya — Anggota DPRD Jawa Timur, Heri Romadhon, meminta pemerintah memastikan ketersediaan pupuk subsidi di lapangan dengan harga yang terjangkau bagi petani.
Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan petani di Tulungagung tengah resah akibat tingginya harga pupuk subsidi, terutama menjelang musim tanam.
“Sekarang ini sedang masa tanam. Namun, harga pupuk subsidi mahal,” ujar politisi PAN tersebut, Sabtu (04/04/2026).
Heri menjelaskan, pupuk subsidi yang seharusnya dijual sekitar Rp175.000 per sak kerap meningkat menjadi Rp200.000 hingga Rp225.000 setelah melalui beberapa rantai distribusi.
Ia menilai kenaikan harga tersebut disebabkan oleh distribusi yang tidak tepat sasaran, termasuk adanya perantara atau reseller yang memperpanjang rantai distribusi.
“Distribusinya sering tidak tepat sasaran karena adanya rantai reseller. Dari tangan pertama sudah bersubsidi, tetapi sampai di petani harganya bisa naik Rp20.000 hingga Rp50.000 per sak. Ini yang dirasa berat oleh petani jagung dan padi,” ungkapnya.
Permasalahan distribusi pupuk subsidi ini juga sebelumnya menjadi perhatian DPRD Jatim dalam berbagai kesempatan.
baca selengkapnya:
-
dorongan pengawasan ketat distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran
-
aspirasi petani terkait pupuk subsidi dan irigasi di daerah
-
permintaan solusi pemerintah atas kelangkaan pupuk subsidi
Heri menambahkan, petani di Tulungagung kini menggantungkan harapan pada kebijakan pemerintah pusat, khususnya terkait wacana pemutusan rantai distribusi agar pupuk subsidi dapat langsung diterima petani.
Ia juga menyinggung kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait program distribusi langsung pupuk subsidi.
“Para petani berharap kebijakan Presiden melalui program distribusi langsung benar-benar terealisasi. Agar subsidi tepat sasaran, harga turun, dan petani tidak lagi mengeluh setiap musim tanam,” tegasnya.
Keluhan mengenai mahalnya harga pupuk subsidi di Tulungagung pada awal April 2026 menjadi sorotan. Meski stok dinilai relatif stabil, harga di tingkat petani masih kerap melebihi harga yang diharapkan.










