Ro'aitu Nafif Laha Sebut Diskon Pupuk Presiden Prabowo Subianto Perkuat Ketahanan Pangan
Ro'aitu Nafif Laha, anggota Komisi B DPRD Jawa Timur dari Fraksi Gerindra, menilai kebijakan Prabowo Subianto menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen akan membantu petani menekan biaya produksi dan menjaga ketahanan pangan nasional.
Ro'aitu Nafif Laha Nilai Penurunan Harga Pupuk Subsidi Jadi Langkah Strategis
SURABAYA — Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Ro'aitu Nafif Laha, menilai kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen akan memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, kebijakan itu menjadi langkah strategis di tengah kenaikan harga pupuk dunia akibat gangguan pasokan global dan krisis geopolitik.
“Menjamin keberlanjutan produksi pangan nasional meski pasokan global terganggu akibat krisis geopolitik,” ujar Ro'aitu Nafif Laha, Senin (04/05/2026).
Ia menjelaskan penurunan harga pupuk subsidi akan membantu petani menekan biaya produksi di tengah lonjakan harga pupuk dunia yang disebut meningkat lebih dari 40 persen.
Menurutnya, kebijakan tersebut juga menjadi bantalan bagi petani lokal agar tetap mampu berproduksi secara kompetitif dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara.
“Ini bisa menjadi bantalan bagi petani lokal agar tetap bisa berproduksi secara kompetitif dibandingkan petani di negara tetangga,” katanya.
Nafif Soroti Distribusi dan Tata Kelola Pupuk Subsidi
Ro'aitu Nafif Laha menyebut kebijakan penurunan harga pupuk subsidi diharapkan mampu menjaga daya tanam petani pada musim tanam 2026 agar tetap optimal meskipun terjadi tekanan global.
Pemerintah diketahui menurunkan harga pupuk bersubsidi untuk berbagai jenis pupuk, seperti urea, NPK, dan ZA.
Selain itu, pemerintah pusat juga memangkas sekitar 145 regulasi distribusi pupuk melalui Instruksi Presiden guna mempercepat alur distribusi pupuk dari Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia, hingga langsung ke petani.
Menurut Ro'aitu, langkah tersebut penting untuk memperbaiki tata kelola distribusi pupuk subsidi agar lebih tepat sasaran dan mudah diakses petani.
Ia menambahkan kebijakan tersebut juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan cadangan beras nasional yang disebut telah melampaui lima juta ton.
Baca Selengkapnya:
-
Husnul Aqib DPRD Jawa Timur dengarkan keluhan petani Lamongan terkait akses pupuk bersubsidi di sejumlah daerah, sebut butuh evaluasi distribusi
-
Heri Romahon DPRD Jawa Timur soroti dampak kenaikan harga dan sistem distribusi pupuk subsidi terhadap produktivitas sektor pertanian dan kesejahteraan petani
-
Sri Wahyuni Waka DPRD Jawa Timur aktif kawal normalisasi saluran air di Tuban, solusi persoalan sektor pertanian dan infrastruktur pendukung ketahanan pangan
DPRD Jatim Dorong Ketahanan Pangan dan Perlindungan Petani
Selain mendukung penurunan harga pupuk subsidi, DPRD Jatim juga menilai perbaikan tata kelola distribusi pupuk harus menjadi prioritas pemerintah.
Ro'aitu Nafif Laha menegaskan distribusi pupuk yang cepat, tepat sasaran, dan transparan akan sangat menentukan keberhasilan sektor pertanian di Jawa Timur.
Menurutnya, petani membutuhkan kepastian akses pupuk bersubsidi agar produktivitas pertanian tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
Ro'aitu optimistis kebijakan penurunan harga pupuk subsidi akan membantu menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di Jawa Timur.










