Adam Rusydi Dorong Peran Maksimal Jamkrida untuk Perkuat UMKM Jatim
Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur Adam Rusdy berharap penyertaan modal kepada PT Jamkrida Jatim mampu memperkuat kapasitas penjaminan kredit sehingga akses pembiayaan bagi jutaan UMKM di Jawa Timur semakin luas melalui sinergi BUMD.
Diskusi Publik Bahas Sinergi BUMD Menjelang Penyertaan Modal PT Jamkrida Jatim
SURABAYA — Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Timur bersama Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Indrapura menggelar diskusi publik bertajuk Sinergi BUMD Jelang Penyertaan Modal PT Jamkrida Jawa Timur di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Jawa Timur, Surabaya, Selasa (30/06/2026).
Forum tersebut membahas penguatan kolaborasi antarbadan usaha milik daerah (BUMD) guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hadir sebagai narasumber Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur Dr. Adam Rusdy, Assistant Vice President Manajemen Investor Bank Jatim Derry Widya Ariyanta, Direktur PT Jamkrida Jatim Untung Heri Sukariyanto, serta Direktur Pemasaran Bank UMKM Jatim Agung Suprihatman. Acara dimoderatori Kepala Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Jawa Timur Syamsiar Aulia.
Ketua Pokja Wartawan Indrapura Mus Permadani mengatakan Jawa Timur memiliki sekitar 9,7 juta pelaku UMKM yang menjadi potensi besar bagi pengembangan penjaminan kredit.
"Jawa Timur memiliki sekitar 9,7 juta UMKM dengan potensi penjaminan mencapai sekitar Rp80 triliun," ujarnya saat membuka diskusi.
Sinergi BUMD Dinilai Menjadi Kunci Penguatan Ekonomi Daerah
Direktur PT Jamkrida Jatim Untung Heri Sukariyanto menegaskan kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam memperluas layanan penjaminan kredit.
"Sinergi dan kolaborasi dengan BUMD di Jawa Timur merupakan kunci keberhasilan. Kolaborasi dilakukan bersama Bank Jatim, Bank UMKM Jatim, maupun lembaga perbankan lainnya agar penjaminan kredit dapat berjalan optimal tanpa memberatkan pelaku usaha," katanya.
Menurut Untung, kapasitas penjaminan PT Jamkrida Jatim saat ini sekitar Rp9 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit Bank Jatim mencapai sekitar Rp50 triliun per tahun dan Bank UMKM Jatim sekitar Rp15 triliun sehingga masih terdapat ruang penguatan kapasitas penjaminan.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Bank UMKM Jatim Agung Suprihatman menjelaskan Bank UMKM Jatim terus memperluas sinergi dengan berbagai BUMD di Jawa Timur untuk memperkuat pemberdayaan usaha mikro dan kecil.
Ia menyebut Bank UMKM Jatim memiliki jaringan 32 kantor cabang dan 132 kantor kas yang tersebar di Jawa Timur serta berfokus pada pembiayaan sektor usaha mikro dan kecil.
Baca Selengkapnya:
-
Penyertaan modal Rp300 miliar dinilai penting untuk memperkuat kapasitas penjaminan kredit bagi UMKM oleh PT Jamkrida Jatim
-
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjelaskan urgensi penyertaan modal Rp300 miliar kepada PT Jamkrida Jatim sebagai upaya memperkuat fungsi penjaminan kredit daerah
-
Data ekonomi, termasuk Sensus Ekonomi 2026, menjadi fondasi dalam memperkuat kebijakan pemberdayaan UMKM di Jawa Timur
DPRD Jatim Berharap Penyertaan Modal Memperkuat Peran Jamkrida
Assistant Vice President Manajemen Investor Bank Jatim Derry Widya Ariyanta mengatakan Bank Jatim tengah menjalankan transformasi melalui penguatan sumber daya manusia, manajemen risiko, bisnis syariah, digitalisasi, dan peningkatan kinerja perusahaan.
Ia juga menyampaikan Bank Jatim menjadi leader dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama sejumlah Bank Pembangunan Daerah lainnya.
Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur Adam Rusdy berharap rencana penyertaan modal kepada PT Jamkrida Jatim mampu meningkatkan kapasitas perusahaan dalam memberikan penjaminan kredit kepada pelaku UMKM.
"Kami berharap Jamkrida bisa memainkan peran maksimal untuk membantu tumbuh kembang UMKM di Jawa Timur," ujarnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab bersama insan pers dan berakhir sekitar pukul 14.25 WIB.










