Hari Anak Nasional 2026, Sri Wahyuni Ajak Seluruh Elemen Wujudkan Lingkungan Aman dan Ramah Anak
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni mengajak pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak pada peringatan Hari Anak Nasional 2026.
Perlindungan Anak Menjadi Tanggung Jawab Bersama
SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Wahyuni menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, hingga dunia usaha.
Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci agar setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dalam lingkungan yang aman dan mendukung.
Momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diperingati setiap 23 Juli dinilai menjadi pengingat untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi hak-hak anak.
"Anak adalah investasi terbaik bangsa. Karena itu, mereka harus mendapatkan kasih sayang, perlindungan, pendidikan yang berkualitas, serta ruang yang aman untuk tumbuh sesuai potensi yang dimiliki," ujar Sri Wahyuni, Senin (20/07/2026).
Perlu Penguatan Literasi Digital dan Pendidikan Karakter
Sri Wahyuni menilai tantangan yang dihadapi anak semakin kompleks, mulai dari kekerasan terhadap anak, perundungan (bullying), eksploitasi, hingga ancaman di ruang digital.
Karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan literasi digital, pengawasan orang tua, serta pendidikan karakter agar berjalan secara beriringan.
Selain itu, ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten/kota terus memperkuat berbagai program perlindungan anak, termasuk memastikan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan ruang bermain yang layak.
"Jangan biarkan anak-anak kehilangan masa depannya akibat kekerasan, diskriminasi, maupun pengaruh negatif perkembangan teknologi. Mereka harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan membahagiakan," katanya.
Jadikan Hari Anak Nasional sebagai Momentum Aksi Nyata
Sri Wahyuni mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk menghadirkan kebijakan dan tindakan nyata yang berpihak kepada kepentingan anak.
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 pada 23 Juli 2026 mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Tema tersebut menekankan pentingnya kasih sayang, perlindungan, serta pemenuhan hak anak sebagai fondasi mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.










