gerbang baru nusantara

Transaksi KDMP Jatim Tertinggi Nasional, DPRD Nilai Perkuat Ekonomi Desa dan UMKM

Jawa Timur mencatat nilai transaksi KDMP tertinggi secara nasional. DPRD Jatim menilai capaian tersebut menjadi momentum memperkuat ekonomi desa melalui kolaborasi koperasi, UMKM, BUMDes, dan kelompok tani.

Try Wahyudi
Selasa, 21 Juli 2026
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Hermin menyampaikan apresiasi atas capaian transaksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Jawa Timur yang menjadi tertinggi secara nasional.

DPRD Apresiasi Capaian Transaksi KDMP Jawa Timur

SURABAYA – Jawa Timur mencatatkan nilai transaksi tertinggi secara nasional pada program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Hermin, yang menilai keberadaan KDMP mulai memberikan manfaat bagi penguatan ekonomi masyarakat desa.

"Ini bukti program Presiden Prabowo benar-benar mengena bagi masyarakat di Jawa Timur," ujar Hermin, Selasa (21/07/2026).

Menurut legislator Fraksi Gerindra tersebut, keberhasilan KDMP perlu terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pelaku ekonomi lokal, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, kelompok nelayan, serta pelaku ekonomi kreatif.

Ia menilai sinergi tersebut akan menciptakan ekosistem ekonomi desa yang saling menguatkan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"KDMP ini adalah program Presiden Prabowo yang menjadikan koperasi menjalankan fungsi ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Baca Selengkapnya:

Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Pedesaan

Hermin menjelaskan, keberadaan KDMP mampu memperpendek rantai distribusi hasil produksi masyarakat, menyerap komoditas pertanian lokal, serta membuka peluang kerja baru di wilayah pedesaan.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, pengurus koperasi, dan masyarakat.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi mampu berkembang menjadi pusat layanan ekonomi desa yang profesional, sehat, dan berkelanjutan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per 13 Juli 2026, Jawa Timur mencatat nilai transaksi sebesar Rp21,57 miliar dari 4.459.392 transaksi, atau berkontribusi sekitar 38,05 persen terhadap total transaksi nasional senilai Rp56,69 miliar.

Aktivitas ekonomi tersebut didominasi sektor riil pedesaan, terutama penjualan pupuk NPK Phonska, pupuk Urea, serta beras medium SPHP Bulog.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu