DPRD Jatim Dorong Percepatan Pengembangan Kawasan Malang Selatan sebagai Pusat Ekonomi Baru
DPRD Jawa Timur mendorong pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur dan kawasan industri di Malang Selatan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
DPRD Jatim Nilai Malang Selatan Memiliki Potensi Besar
SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Siadi, mendorong pemerintah mempercepat pengembangan kawasan Malang Selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila didukung infrastruktur dan iklim investasi yang memadai.
"Wilayah Malang Selatan sangat potensial untuk digali dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat setempat," ujar politisi Partai Golkar itu, Rabu (22/7/2026).
Siadi menilai percepatan pembangunan kawasan tersebut akan membuka peluang lahirnya pusat-pusat ekonomi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Ia mengatakan kawasan pesisir selatan Kabupaten Malang memiliki potensi strategis untuk berkembang menjadi kawasan industri dan ekonomi apabila didukung regulasi yang memberikan kepastian bagi investasi.
Baca Selengkapnya:
-
Sensus Ekonomi 2026 menjadi fondasi penguatan UMKM Jawa Timur
-
DPRD Jatim nilai tindak lanjut temuan BPK lebih penting daripada opini WTP
Infrastruktur Dinilai Menjadi Kunci Pengembangan Kawasan
Pemerintah saat ini tengah mempercepat pengembangan kawasan Malang Selatan melalui peningkatan infrastruktur jalan dan penjajakan pembangunan kawasan industri berskala besar di wilayah pesisir.
Pemerintah Kabupaten Malang mengusulkan perbaikan serta pelebaran tiga ruas jalan, termasuk jalur Kepanjen–Pagak, dengan estimasi anggaran sekitar Rp150 miliar melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Selain itu, proyek jalan tol yang direncanakan menghubungkan Kepanjen menuju kawasan selatan Malang hingga Blitar dan Lumajang juga tengah memasuki tahap tender dan dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2027.
Menurut Siadi, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan mampu mempercepat konektivitas kawasan, menarik investasi, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Malang Selatan.










