Jember Punya Home Care, Achmad Anis: Beri Kenyamanan Masyarakat di Sektor Kesehatan
Anggota DPRD Jatim dari Dapil V Lumajang - Jember Achmad Anis mengapresiasi program home care Jember yang dinilai dapat mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan.
SURABAYA — Program home care yang menjadi salah satu program unggulan Bupati Jember, Gus Fawait, dinilai sebagai terobosan yang patut diapresiasi karena dapat mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Achmad Anis, saat memberikan tanggapan terkait program pelayanan kesehatan tersebut, Selasa (18/08/2026).
Home Care Dinilai Permudah Akses Kesehatan Masyarakat
Menurut politikus Partai Golkar tersebut, sebagian masyarakat masih menghadapi kendala dalam mengakses layanan kesehatan. Fasilitas kesehatan terkadang dianggap sebagai layanan yang sulit dijangkau, baik dari sisi pembiayaan maupun aspek psikologis.
“Bagi sebagian kalangan, fasilitas kesehatan kerap dianggap sebagai layanan yang bersifat eksklusif, baik dari segi pembiayaan maupun dari segi psikologis,” ujar Achmad Anis.
Ia menilai kehadiran layanan kesehatan secara langsung ke rumah masyarakat dapat memberikan rasa nyaman sekaligus mempermudah warga memperoleh pelayanan dari tenaga kesehatan.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk menjaga kesehatan dan mendapatkan pelayanan secara lebih mudah.
“Sehingga harapan kita bahwa masyarakat bisa menjaga kesehatan dan harapan hidup lebih panjang ke depan, itu tentu menjadi sebuah target yang tidak sekadar isapan jempol semata,” ujar mantan anggota KPU Jember tersebut.
Home Care Jember Sasar Kelompok Rentan
Bupati Jember Gus Fawait sebelumnya menyampaikan bahwa program Home Care Jember akan segera diluncurkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program tersebut menyasar lima kelompok masyarakat yang dinilai rentan dan membutuhkan perhatian khusus dalam pelayanan kesehatan.
Kelima kelompok tersebut meliputi ibu hamil risiko tinggi (bumil resti), balita dengan stunting, penyandang disabilitas, lansia tunggal, dan lansia terlantar.
Program layanan kesehatan berbasis kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan sekaligus memastikan kelompok rentan memperoleh pendampingan yang lebih mudah.
Baca Selengkapnya:
-
DPRD Jatim mendukung pemutihan tunggakan BPJS Kesehatan sebagai upaya memperkuat perlindungan dan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi
-
DPRD Jatim mendorong pemerataan pelayanan kesehatan hingga wilayah terpencil dan kepulauan, salah satunya melalui rencana penyediaan kapal layanan kesehatan untuk menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan Madura










