gerbang baru nusantara

DPRD Jatim Dorong Puskesmas dan Kampus Perkuat Edukasi Hidup Sehat di Sekolah

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat edukasi hidup sehat di sekolah melalui kolaborasi UKS, puskesmas, rumah sakit, dan perguruan tinggi sebagai upaya menekan kasus hipertensi pada anak dan remaja.

Adi Suprayitno
Rabu, 05 Agustus 2026
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas mendorong kolaborasi puskesmas, UKS, dan perguruan tinggi untuk memperkuat edukasi hidup sehat bagi pelajar.

Hipertensi Anak Jadi Perhatian DPRD

SURABAYA – Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat edukasi hidup sehat di lingkungan sekolah dengan melibatkan puskesmas, perguruan tinggi, dan berbagai fasilitas layanan kesehatan.

Dorongan tersebut disampaikan menyusul tingginya temuan kasus hipertensi pada anak dan remaja berdasarkan hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan. Menurut Puguh, sekitar 2,2 juta anak dan remaja terdeteksi memiliki tekanan darah di atas normal.

"Angka kesakitan pada anak-anak dan remaja yang memiliki hipertensi atau tekanan darah di atas normal angkanya cukup tinggi sekitar 2,2 juta. Ini menjadi salah satu kekhawatiran yang perlu dimitigasi," ujarnya.

Usaha Menjaga Bonus Demografi

Menurut Puguh, persoalan kesehatan generasi muda harus menjadi perhatian serius karena Indonesia sedang memasuki era bonus demografi.

Ia menilai Jawa Timur memiliki posisi strategis karena merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia, dengan proporsi penduduk usia muda yang cukup besar.

"Satu di antara empat penduduk Jawa Timur itu anak muda. Angkatan kerja kita sekitar 23-24 juta. Ini menjadi situasi yang perlu disikapi dengan bijak dan persuasif oleh pemerintah," katanya.

Puguh menilai pola konsumsi makanan tinggi gula, makanan cepat saji (junk food), serta minuman berpemanis menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya kasus hipertensi pada anak dan remaja.

Baca Selengkapnya:

Revitalisasi UKS dan Kolaborasi Lintas Sektor

Untuk menekan angka hipertensi, Puguh mendorong pemerintah menjalankan promosi kesehatan secara berkelanjutan di sekolah mulai dari jenjang SD hingga SMA.

Ia juga meminta fungsi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) diperkuat, tidak hanya berfokus pada pelayanan kuratif, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pencegahan penyakit (preventive medicine).

Menurutnya, UKS perlu berkolaborasi dengan puskesmas, rumah sakit, dan perguruan tinggi bidang kesehatan agar edukasi kesehatan dapat dilakukan secara lebih sistematis.

"Butuh kerja ekstra dari Kemenkes, Dinkes Provinsi, Dinkes kabupaten kota sampai Puskesmas, Puskesmas pembantu, posyandu, dan kader kesehatan di desa. Difungsikan sebagai infrastruktur untuk melakukan promosi kesehatan," ujarnya.

Selain menyasar siswa, Puguh menilai edukasi kesehatan juga harus diberikan kepada orang tua karena mereka berperan dalam membentuk pola makan anak di rumah.

Ia mengusulkan agar sekolah secara berkala melibatkan orang tua dalam kegiatan edukasi mengenai pola hidup sehat dan dampak kebiasaan makan yang tidak sehat terhadap tumbuh kembang anak.

"Paling tidak secara periodik diundang, diberikan edukasi tentang ancaman budaya hidup tidak sehat terhadap keberlangsungan generasi muda," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu