gerbang baru nusantara

135 Kasus Baru HIV Ditemukan di Tuban, Aulia Hany Dorong Tes VCT bagi Kelompok Berisiko

Sebanyak 135 kasus baru HIV tercatat di Kabupaten Tuban sepanjang Januari–Juli 2026. Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Aulia Hany Mustikasari mendorong deteksi dini melalui VCT bagi kelompok berisiko serta penguatan layanan antenatal bagi ibu hamil untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak.

Try Wahyudi
Minggu, 09 Agustus 2026
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari, mendorong penguatan deteksi dini HIV melalui VCT serta optimalisasi layanan antenatal bagi ibu hamil untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak.

SURABAYA — Temuan kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Tuban masih menjadi perhatian. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban mencatat sebanyak 135 kasus baru HIV.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari, menilai kondisi tersebut perlu direspons melalui penguatan deteksi dini, edukasi kesehatan reproduksi, serta optimalisasi pelayanan kesehatan, termasuk bagi ibu hamil.

"Selain edukasi kesehatan reproduksi dan peran keluarga, perlu juga penguatan atau optimalisasi layanan antenatal care bagi ibu hamil untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi," kata Aulia, Minggu (09/08/2026).

Dorong VCT bagi Kelompok Berisiko

Politikus Partai Golkar asal Tuban tersebut juga mendorong kelompok yang memiliki faktor risiko untuk secara sukarela dan berkala menjalani Voluntary Counseling and Testing (VCT).

Menurut Aulia, pemeriksaan tersebut penting sebagai bagian dari deteksi dini sehingga orang yang terdiagnosis HIV dapat lebih cepat memperoleh penanganan dan pengobatan.

"Tes VCT ini sebagai antisipasi awal agar tidak ada tambahan jumlah penderitanya," jelasnya.

Penguatan deteksi dini dinilai perlu berjalan beriringan dengan edukasi dan kemudahan akses pelayanan kesehatan. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan tidak merasa takut atau enggan mengakses layanan.

Baca Selengkapnya: Persoalan HIV/AIDS sebelumnya juga menjadi perhatian DPRD Provinsi Jawa Timur dalam pembahasan anggaran dan pelayanan publik, termasuk dorongan agar penanganannya memperoleh perhatian yang memadai

135 Kasus Baru Tercatat hingga Juli 2026

Berdasarkan data Dinkes P2KB Kabupaten Tuban yang dicantumkan dalam naskah sumber, sebanyak 135 kasus baru HIV ditemukan sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Temuan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan upaya pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan secara berkelanjutan untuk menekan risiko penularan.

Dalam data yang disampaikan, pola temuan kasus juga mengalami perubahan. Jika pada 2025 kasus lebih banyak ditemukan pada kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL), pada 2026 kasus disebut lebih banyak ditemukan pada pelanggan seks, kemudian kelompok LSL dan mereka yang melakukan hubungan seksual berisiko, termasuk melalui layanan seksual berbasis daring.

Baca Selengkapnya: DPRD Provinsi Jawa Timur sebelumnya turut menyoroti peningkatan kasus HIV/AIDS di Sidoarjo dan mendorong penguatan pencegahan serta edukasi kepada masyarakat

Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak Perlu Diperkuat

Kasus HIV juga masih ditemukan pada kelompok usia anak. Berdasarkan data dalam naskah sumber, pada 2025 tercatat empat anak berusia di bawah 14 tahun terkonfirmasi positif HIV.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Aulia mendorong penguatan pelayanan antenatal care bagi ibu hamil, termasuk pemeriksaan dan penanganan yang diperlukan untuk mengurangi risiko penularan HIV dari ibu ke anak.

Selain pelayanan kesehatan, Aulia menilai edukasi kesehatan reproduksi dan penguatan peran keluarga juga perlu menjadi bagian dari strategi pencegahan.

Baca Selengkapnya: Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Timur sebelumnya juga menyoroti tingginya kasus HIV di Jawa Timur serta mendorong penguatan langkah pencegahan dan penanganan agar penyebaran dapat ditekan

Penguatan deteksi dini melalui VCT, layanan bagi ibu hamil, edukasi kesehatan reproduksi, serta akses pengobatan diharapkan dapat berjalan secara terpadu untuk menekan penularan HIV sekaligus memastikan masyarakat yang terdiagnosis memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu