Investor Asing Mulai Incar Madura, Pemerintah Harus Siapkan Infrastruktur dan Karpet Merah
DPRD Jatim mendorong pemerintah menyiapkan infrastruktur, kepastian hukum, dan kemudahan perizinan untuk menyambut minat investor asing di Madura.
SURABAYA — Pulau Madura semakin menarik perhatian dunia usaha global. Sejumlah investor asing dari Tiongkok, Korea Selatan, hingga Jepang disebut mulai melirik berbagai potensi investasi strategis di wilayah tersebut.
Potensi investasi yang dibidik antara lain sektor energi, hilirisasi industri garam, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga pariwisata bahari.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) XIV Madura, Agus Wahyudi, menilai ketertarikan investor asing menjadi peluang untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Madura yang selama ini masih tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur.
"Adanya minat dari negara asing untuk berinvestasi harus kita tangkap sebagai peluang emas untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga Madura," ujar politikus NasDem tersebut, Rabu (12/08/2026).
Pemerintah Diminta Siapkan Iklim Investasi
Meski menyambut baik minat investor asing, Agus menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun pemerintah kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Menurutnya, kepastian hukum, penyederhanaan birokrasi, serta iklim investasi yang kondusif harus dijamin agar investor tidak beralih ke daerah lain.
" Tentunya pemerintah harus menggelar 'karpet merah' dalam arti memberikan kemudahan perizinan yang transparan dan bebas pungutan liar. Jangan sampai calon investor yang sudah berminat justru mundur karena terhambat urusan birokrasi yang berbelit-belit," tegasnya.
Selain persoalan perizinan, kesiapan infrastruktur dasar seperti pasokan listrik, akses jalan, hingga ketersediaan air bersih juga menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi pemerintah daerah.
Baca Selengkapnya:
-
Aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi menjadi salah satu perhatian DPRD Jatim dalam pelaksanaan reses
-
DPRD Jatim menyoroti pentingnya optimalisasi belanja infrastruktur agar pembangunan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat
Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat Lokal
Lebih lanjut, Agus Wahyudi mengingatkan agar setiap investasi asing yang masuk ke Madura memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat lokal.
Ia mendesak adanya komitmen penyerapan tenaga kerja lokal serta kemitraan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah.
Menurutnya, investasi tidak cukup hanya mendatangkan modal dari luar daerah maupun luar negeri. Masyarakat Madura juga harus mendapatkan manfaat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan, dan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai ekonomi.
Dengan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPRD Jatim, masuknya investasi asing diharapkan dapat menjadi pendorong transformasi ekonomi Madura menuju daerah yang lebih maju dan mandiri.
Kawasan Industri Wiraraja Buka Peluang Investasi
Kawasan Industri Wiraraja Madura di Bangkalan, Jawa Timur, disebut mulai membuka peluang bagi investor dari berbagai negara.
Tiongkok disebut menjadi salah satu calon investor, sementara perusahaan dari Korea Selatan, Jepang, Inggris, hingga Uni Emirat Arab juga disebut tengah menjajaki kerja sama.
Kehadiran investor multinasional tersebut membuat pengembangan kawasan industri di Madura tidak hanya bertumpu pada satu sumber modal. Sejumlah pembicaraan bisnis juga disebut telah memasuki tahap penjajakan kerja sama dengan calon investor dari beberapa negara.
Agus menegaskan, kesiapan infrastruktur, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta keterlibatan masyarakat lokal menjadi faktor penting agar peluang investasi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi Madura.










