gerbang baru nusantara

Gelombang Investasi Asing Masuk Madura, Nasih Aschal: Warga Terbuka dan Siap Sambut Investor

Anggota DPRD Jatim dari Dapil XIV Pulau Madura Nasih Aschal menyatakan masyarakat Madura terbuka terhadap investasi asing. Ia mendorong peningkatan SDM, infrastruktur, dan regulasi agar investasi memberi manfaat bagi warga lokal.

Try Wahyudi
Jumat, 14 Agustus 2026
Bagikan img img img img
Anggota DPRD Jawa Timur H. Muhammad Nasih Aschal (Ra Nasih) mendorong masyarakat Madura untuk terbuka terhadap investasi asing dengan tetap memperkuat kualitas SDM dan infrastruktur daerah.

SURABAYA — Pulau Madura kini menjadi salah satu magnet baru pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Masuknya investasi skala besar dari berbagai negara Asia, seperti China, Jepang, dan Korea Selatan, ke kawasan industri strategis di Madura, termasuk Kabupaten Bangkalan, mendapat perhatian dari kalangan legislatif.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai NasDem, H. Muhammad Nasih Aschal (Ra Nasih), menegaskan bahwa masyarakat Madura pada dasarnya terbuka dan siap berpartisipasi aktif dalam menyambut para investor.

Masyarakat Madura Dinilai Terbuka terhadap Investasi

Menurut Ra Nasih, pandangan yang menyebut masyarakat Madura tertutup terhadap investasi atau pihak luar merupakan anggapan yang keliru.

“Masyarakat Madura memiliki karakter yang kuat dan religius, namun tetap adaptif terhadap modernisasi dan perubahan zaman selama dilakukan dengan pendekatan yang tepat,” jelasnya, Jumat (14/08/2026).

Politisi asal Bangkalan tersebut mengatakan dirinya sejak lama konsisten mendorong percepatan pembangunan ekonomi di Pulau Madura melalui jalur industrialisasi. Masuknya korporasi multinasional, termasuk melalui pengembangan kawasan industri dengan kerja sama internasional, dinilai dapat menjadi peluang untuk memperkuat perekonomian Madura.

Menurut Ra Nasih, investasi berskala besar berpotensi membuka lapangan pekerjaan sekaligus membantu mengatasi persoalan pengangguran dan kemiskinan di Madura.

“Saya menekankan bahwa kehadiran investasi bernilai triliunan rupiah lewat sektor industri akan berdampak langsung pada terbukanya ribuan lapangan pekerjaan bagi warga lokal,” jelasnya.

Investasi Harus Diikuti Penguatan SDM dan Infrastruktur

Meski menyambut baik masuknya investasi asing, Ra Nasih mengingatkan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar memastikan kebijakan investasi tetap memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan infrastruktur penunjang harus berjalan beriringan dengan masuknya investasi global.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta pembangunan infrastruktur penunjang juga harus berjalan seiring dengan masuknya arus investasi global agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat pedesaan hingga kepulauan,” jelasnya.

Menurutnya, kesiapan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar investasi yang masuk tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat Madura.

Terkait pengembangan kawasan industri di Madura, Kawasan Industri Wiraraja di Bangkalan disebut mulai membuka peluang bagi investor dari berbagai negara. China menjadi salah satu calon investor, sementara perusahaan dari Korea Selatan, Jepang, Inggris, hingga Uni Emirat Arab juga disebut tengah menjajaki kerja sama.

Kehadiran investor multinasional tersebut membuat pengembangan kawasan industri Madura tidak hanya bertumpu pada satu sumber modal. Sejumlah pembicaraan bisnis bahkan disebut telah memasuki tahap kerja sama dengan calon investor dari beberapa negara.

Baca Selengkapnya:

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu