gerbang baru nusantara

Gelar Sosialisasi, Mahdi Dorong Pendidikan Berkualitas untuk Generasi Masa Depan

Anggota DPRD Jatim Mahdi mendorong penguatan pendidikan berkualitas melalui peningkatan kompetensi, karakter, kemampuan adaptif, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat.

Yuli Iksanti
Senin, 24 Agustus 2026
Bagikan img img img img
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Mahdi saat menyampaikan pentingnya pendidikan berkualitas dalam sosialisasi di Probolinggo.

Mahdi Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkualitas

PROBOLINGGO — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur mendorong penguatan pendidikan berkualitas sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan zaman. Hal tersebut disampaikan dalam sosialisasi bertema “Pendidikan Berkualitas, Generasi Hebat, Masa Depan Cerah” di Probolinggo, Senin (24/08/2026).

Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Mahdi, mengatakan kegiatan tersebut digelar melalui kerja sama dengan kelompok masyarakat untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan masa depan anak.

"Kita ingin fokus berbicara pendidikan untuk masa depan anak-anak kita. Mudah-mudahan ada manfaat dari pertemuan ini, terlebih kita ingin mengarahkan anak-anak menjadi anak yang sukses dalam segala hal," kata Mahdi.

Menurut Mahdi, kegiatan sosialisasi tersebut terbuka bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang peserta.

Ia mengatakan masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan dapat berpartisipasi, baik yang sudah mengenalnya maupun yang belum.

“Saya tidak pilih kasih. Siapa pun yang ingin mengikuti kegiatan saya bisa mengikuti, baik yang mengenal maupun tidak mengenal,” ujarnya.

Pendidikan Tidak Hanya Soal Akademik

Lebih lanjut, Mahdi juga membahas pendidikan berkualitas dari sisi pembentukan kemampuan dan karakter anak di tengah perubahan lingkungan sosial dan teknologi.

Ia menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Anak juga perlu dibekali kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, beradaptasi dengan perubahan zaman, menggunakan teknologi secara bijak, serta memiliki karakter, etika, dan tanggung jawab.

Baca Selengkapnya: Gotong royong dan peningkatan kompetensi untuk mewujudkan pendidikan bermutu

Materi yang disampaikan juga menempatkan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Orang tua tidak hanya memberikan nasihat, tetapi juga memiliki peran melalui keteladanan, komunikasi, pendampingan, apresiasi, serta pembiasaan membaca, belajar, berdiskusi, berlatih, dan melakukan refleksi.

"Rumah yang baik adalah sekolah pertama bagi anak," ungkapnya.

Tantangan Pendidikan di Era Digital

Di samping itu, Mahdi juga membahas tantangan pendidikan di tengah lingkungan digital. Gadget, game, media sosial, konten internet, dan pergaulan digital tanpa batas menjadi bagian dari lingkungan yang setiap hari bersinggungan dengan anak.

Menurutnya, penggunaan perangkat digital tidak cukup hanya dengan melihat durasi anak menggunakan telepon seluler. Orang tua juga perlu memperhatikan informasi dan konten yang dikonsumsi anak melalui perangkat tersebut.

Dalam pembentukan generasi, politisi PPP tersebut membagi sejumlah kemampuan yang perlu dikembangkan, yakni cerdas, berkarakter, terampil, adaptif, dan peduli.

Kemampuan cerdas berkaitan dengan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah. Karakter mencakup kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Keterampilan diperlukan agar anak mampu melakukan dan menciptakan sesuatu, sedangkan sikap adaptif dibutuhkan untuk menghadapi perubahan. Sementara kepedulian diarahkan pada hubungan anak dengan keluarga dan masyarakat.

Mahdi menyoroti hubungan antara kecerdasan dan karakter. Kecerdasan tanpa karakter dapat kehilangan arah, sementara karakter tanpa kompetensi dapat menghadapi kesulitan dalam menghadapi perubahan.

Kolaborasi untuk Menyiapkan Generasi Masa Depan

Pembentukan generasi membutuhkan keterlibatan berbagai lingkungan. Keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan anak memiliki peran masing-masing dalam proses pendidikan.

Keluarga berperan menanamkan karakter, mendampingi anak, dan memberikan keteladanan.

Sekolah mengembangkan ilmu dan keterampilan. Masyarakat membangun lingkungan yang mendukung serta menjaga pergaulan anak. Pemerintah memiliki peran dalam memastikan akses dan kualitas pendidikan, termasuk melalui kebijakan dan penyediaan fasilitas.

Baca Selengkapnya: Pemerataan akses dan penguatan kualitas layanan pendidikan inklusif

Sementara anak menjadi bagian langsung dari proses tersebut melalui kemauan belajar, pembentukan karakter, pengembangan keterampilan, serta keberanian membangun cita-cita.

Kegiatan sosialisasi tersebut menempatkan pendidikan tidak hanya sebagai proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga sebagai proses yang berlangsung di keluarga dan lingkungan sosial.

Peran berbagai pihak menjadi bagian dari upaya mempersiapkan anak menghadapi perkembangan zaman. (Yul)

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu