Gelar Sosialisasi Literasi Jurnalistik, Zeiniye Ajak Warga Situbondo Melek Teknologi
Anggota Komisi E DPRD Jatim Zeiniye mendorong masyarakat Situbondo meningkatkan literasi jurnalistik agar mampu memilah dan memverifikasi informasi di tengah perkembangan teknologi digital.
Zeiniye Tekankan Pentingnya Literasi Media di Era Disrupsi
SURABAYA — Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Hj. Zeiniye, S.Ag., M.E., menggelar sosialisasi literasi jurnalistik di tengah era disrupsi media sebagai momentum meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda dan insan media, pada Senin (24/08/2026).
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Cafe BR, Jalan Tembus, Situbondo, tersebut dihadiri Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, Ormas Fatayat, wartawan, IPNU, kepala sekolah SMP dan SMK, PKK, FES, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman terkait perkembangan media massa yang kini mengalami perubahan pesat seiring hadirnya media digital dan media sosial. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin mudah memperoleh sekaligus menyebarkan informasi.
Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya Informasi
Politisi PPP tersebut dalam sambutannya mengatakan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan literasi media yang baik.
"Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Di era disrupsi media seperti sekarang, kemampuan memilah dan memverifikasi informasi menjadi sangat penting. Jangan sampai masyarakat menjadi bagian dari penyebaran berita bohong atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Baca Selengkapnya: Penguatan budaya literasi sebagai fondasi kualitas sumber daya manusia
Insan Pers Didorong Pegang Teguh Prinsip Jurnalistik
Menurutnya, jurnalistik memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi publik. Karena itu, insan pers dituntut tetap berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik, termasuk melakukan verifikasi, menjaga independensi, serta menyajikan informasi secara berimbang.
Tak hanya itu, Zeiniye, yang akrab disapa Mbuk Jeni, menjelaskan bahwa pengetahuan mengenai tugas-tugas wartawan juga penting bagi masyarakat.
"Kita melaksanakan sosialisasi ini agar para peserta mengetahui secara langsung tugas wartawan karena sejumlah wartawan juga hadir dalam kegiatan sosialisasi ini," tutur mantan Ketua DPRD Situbondo tersebut.
Peran Masyarakat dan Pemangku Kebijakan dalam Ekosistem Informasi
Sementara itu, Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah mengapresiasi kegiatan kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai etika bermedia sekaligus mendorong masyarakat menjadi pengguna media yang cerdas.
"Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem informasi yang sehat di tengah derasnya arus informasi digital. Dengan literasi jurnalistik yang semakin baik, masyarakat diharapkan mampu membedakan antara informasi faktual, opini, hingga berita hoaks," kata Wabup Situbondo.
Baca Selengkapnya: Kolaborasi pendidikan dan peningkatan kompetensi menghadapi transformasi digital
Sekadar informasi, moderator dalam kegiatan ini adalah Ketua PWI Situbondo, Diana. Ia mengajak para pemangku kebijakan, seperti kepala sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga SMA sederajat, untuk mengetahui bagaimana cara wartawan bekerja sehingga mereka dapat turut mengontrol kerja-kerja jurnalistik.
Lebih lanjut, Diana mengatakan bahwa wartawan harus bekerja dengan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), serta aturan lainnya yang menjunjung tinggi profesi jurnalis.










