gerbang baru nusantara

Iwan Zunaih: Pemimpin NU Harus Punya Visi Kuat dan Membumi

Iwan Achmad Zunaih berharap pemimpin hasil Muktamar NU ke-35 memiliki visi kuat, membumi, serta mampu memperkuat peran NU dalam pembangunan sosial, ekonomi umat, dan sinergi antarorganisasi kemasyarakatan.

Norah Hasanah
Minggu, 30 Agustus 2026
Bagikan img img img img
Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan Achmad Zunaih, berharap kepemimpinan hasil Muktamar ke-35 NU memiliki visi kuat, membumi, serta mampu meningkatkan kontribusi NU bagi masyarakat dan Indonesia.

JOMBANG – Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Iwan Achmad Zunaih, berharap pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) yang terpilih melalui Muktamar ke-35 NU memiliki visi kuat untuk membangun organisasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan Indonesia.

Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31/08/2026 diwarnai dinamika perubahan mekanisme pemilihan kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dalam Sidang Pleno III pada Minggu (30/08/2026), sebanyak 401 dari 552 peserta pemilik hak suara atau sekitar 73 persen menyetujui perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026–2031. Pemilihan Ketua Umum PBNU kemudian dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Iwan Zunaih Dorong NU Perkuat Manfaat bagi Masyarakat

Iwan Achmad Zunaih yang akrab disapa Gus Iwan mengatakan, NU harus terus memberikan manfaat dalam bidang sosial dan ekonomi, khususnya bagi masyarakat dan warga Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, NU dan Muhammadiyah memiliki karakteristik dan fokus gerakan masing-masing sehingga tidak perlu dibandingkan secara apple to apple. Perbedaan tersebut justru dapat menjadi kekuatan untuk bersama-sama memberikan kontribusi kepada bangsa.

“Jadi, sebenarnya NU dan Muhammadiyah, ayo kita fastabiqul khairat, artinya berlomba-lomba dalam kebaikan. Tentunya kita memiliki keistimewaan masing-masing. Fokus kepada keistimewaan masing-masing, ayo kita bangun Indonesia. Berbeda-beda tidak masalah, tetapi tujuan kita harus disatukan,” kata Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut.

Gus Iwan berharap setelah Muktamar ke-35 NU terbentuk kepengurusan yang mampu memperkuat sinergi dengan Muhammadiyah maupun organisasi kemasyarakatan lainnya. Sinergi tersebut, menurutnya, diperlukan agar organisasi kemasyarakatan tidak hanya memperkuat internal masing-masing, tetapi juga bersama-sama berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia.

“Memang perlu ada roadmap bersama secara nasional. Mudah-mudahan setelah Muktamar ini terbentuk kepengurusan yang dapat membangun sinergi antara NU dengan Muhammadiyah. Jadi, tidak hanya membangun rumah tangga masing-masing, tetapi juga membangun sinergi yang kuat antara ormas-ormas di Indonesia untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik,” tambahnya.

Pernyataan tersebut berkorelasi dengan pandangan Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Budiono, yang menilai Muktamar ke-35 NU menunjukkan kematangan organisasi dalam mengelola perbedaan dan menjaga persatuan. Budiono juga berharap keputusan Muktamar menjadi pijakan bagi NU untuk memperkuat organisasi serta meningkatkan kontribusinya kepada masyarakat dan bangsa.

Baca selengkapnya: Budiono mengapresiasi Muktamar NU ke-35 yang berjalan lancar, sejuk, dan demokratis serta berharap hasilnya memperkuat kontribusi NU bagi masyarakat dan bangsa.

Iwan Zunaih Soroti Ekonomi dan Sosial Kemasyarakatan

Iwan mengatakan NU memiliki peran strategis dalam meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, karakter dan tradisi yang selama ini menjadi kekuatan NU tetap dapat dipertahankan tanpa menutup diri terhadap perkembangan zaman.

Ia mengutip prinsip Al-muhafazhatu ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni mempertahankan hal-hal lama yang baik sekaligus mengambil hal-hal baru yang lebih baik.

“Apa yang menjadi sesuatu yang baik saat ini tetap kita pertahankan. Namun, kita jangan sampai melupakan sesuatu yang terbaik dan lebih baik lagi untuk kita ambil,” ujarnya.

Menurut Gus Iwan, semangat meningkatkan perekonomian masyarakat perlu terus menjadi perhatian NU. Pada saat bersamaan, peran sosial kemasyarakatan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan organisasi juga perlu dipertahankan dan dikembangkan.

Pemimpin NU Diharapkan Punya Visi Kuat

Terkait kepemimpinan PBNU, Iwan menilai figur yang terpilih harus mempunyai visi kuat serta kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai lapisan organisasi dan masyarakat.

“Figur ketokohan mutlak harus dimiliki pemimpin yang terpilih di Muktamar ke-35 ini. Siapa pun yang terpilih harus memiliki visi yang cukup kuat untuk membangun NU, mulai dari atas sampai bawah, serta mampu berkomunikasi dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Ia menekankan pemimpin NU tidak boleh berjarak dengan masyarakat.

“Jangan sampai siapa pun yang terpilih menjadi pimpinan NU berada di awang-awang, dalam arti tidak menyentuh masyarakat atau tidak membumi. Itu harapan kita,” katanya.

Pernyataan tersebut mempertahankan substansi naskah sumber yang menekankan bahwa pemimpin NU harus memiliki visi kuat, mampu berkomunikasi ke berbagai arah, dan tidak boleh jauh dari masyarakat.

Iwan berharap kepemimpinan NU ke depan semakin memberikan perhatian terhadap pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Pimpinan harus membumi. Sekali lagi, NU harus memperkuat pembangunan sosial kemasyarakatan. Begitu pula terkait ekonomi, ekonomi masyarakat harus dikembangkan, bukan ekonomi yang sifatnya hanya untuk segelintir orang,” pungkasnya.

Semangat membangun masyarakat dari tingkat keluarga dan pendidikan juga menjadi perhatian anggota DPRD Jatim. Eko Yunianto sebelumnya menekankan pentingnya sinergi keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam pendidikan serta pembentukan karakter anak. Perspektif tersebut memiliki korelasi dengan gagasan Iwan mengenai penguatan sosial kemasyarakatan dan pembangunan sumber daya manusia.

Baca Selengkapnya: Eko Yunianto menekankan sinergi keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan serta pembentukan karakter generasi muda

(Nora)

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu