Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2, Abrari Desak Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran dan Bantuan Maksimal bagi Korban
Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Abrari menyampaikan belasungkawa atas musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep. Ia mendesak evaluasi total sistem keselamatan pelayaran, pemeriksaan ketat seluruh kapal, serta bantuan maksimal bagi para korban dan keluarga terdampak.
DPRD Jatim Sampaikan Duka dan Minta Pembenahan Sistem Keselamatan
SURABAYA – Musibah kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura, yang mengakibatkan lima korban jiwa mendapat perhatian Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Abrari. Legislator dari Daerah Pemilihan Madura itu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi laut.
Menurut Abrari, tragedi yang terjadi saat kapal berlayar dari Surabaya menuju Makassar tersebut harus menjadi momentum memperkuat standar keselamatan pelayaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya lima korban dalam musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujarnya, Senin (3/8/2026).
Korban Selamat Perlu Pendampingan
Selain menyampaikan duka cita, Abrari juga mendoakan ratusan penumpang dan awak kapal yang berhasil dievakuasi agar segera pulih, baik secara fisik maupun psikologis.
Ia menilai pendampingan psikologis perlu menjadi bagian dari penanganan pascakejadian mengingat trauma yang dialami para korban.
"Semoga seluruh korban yang berhasil diselamatkan diberikan kesehatan dan kekuatan. Trauma akibat musibah seperti ini tentu membutuhkan perhatian serius, sehingga pendampingan psikologis juga penting dilakukan," kata Abrari yang akrab disapa Mas AB.
Minta Pemeriksaan Ketat Seluruh Kapal
Politikus PDI Perjuangan asal Sumenep itu menilai tragedi tersebut harus menjadi peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan terhadap transportasi laut.
Ia meminta setiap kapal yang akan beroperasi menjalani pemeriksaan menyeluruh guna memastikan kelayakan armada dan terpenuhinya seluruh standar keselamatan pelayaran.
"Kami berharap pihak-pihak terkait melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap setiap kapal sebelum berlayar. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang," tegasnya.
Dorong Bantuan Maksimal dan Koordinasi Lintas Instansi
Abrari mengungkapkan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep telah meminta Bupati Sumenep memberikan perhatian dan bantuan maksimal kepada seluruh pihak yang terdampak musibah.
Di sisi lain, ia mendorong penguatan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten, dan seluruh instansi terkait agar proses evakuasi, pencarian korban, hingga pelayanan kepada para penyintas berjalan optimal.
"Kami meminta seluruh pihak terkait, baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kabupaten, terus melakukan komunikasi aktif dalam penanganan lalu lintas darat, laut, maupun udara agar proses evakuasi, pencarian, hingga pelayanan kepada korban berjalan optimal," tuturnya.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 236 penumpang dan awak KMP Mutiara Sentosa 2 berhasil dievakuasi setelah kebakaran yang terjadi pada Minggu (2/8/2026). Lima orang dinyatakan meninggal dunia, sementara tim SAR gabungan masih melanjutkan proses pencarian dan pencocokan data korban dengan manifes penumpang.










