gerbang baru nusantara

Harisandi Savari: Investasi Madura Harus Serap Tenaga Kerja Lokal

Harisandi Savari mendukung pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura di Bangkalan. Ia menekankan investasi harus menyerap tenaga kerja lokal, menggerakkan ekonomi masyarakat, menghormati kultur Madura, dan didukung kesiapan infrastruktur.

Norah Hasanah
Sabtu, 05 September 2026
Bagikan img img img img
Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Raden Harisandi Savari, mendorong investasi dan pengembangan kawasan industri di Madura memberikan dampak nyata melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

SURABAYA – Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan membuka peluang baru bagi percepatan industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura. Namun, investasi yang masuk diharapkan tidak hanya menghadirkan kawasan industri, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat.

Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKS, Raden Harisandi Savari, menyambut positif rencana pengembangan kawasan industri tersebut. Menurutnya, kehadiran investasi merupakan salah satu harapan masyarakat Madura sejak Jembatan Suramadu diresmikan pada 2009.

Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura diperkuat melalui kerja sama Indonesia dan Tiongkok. Pada 5 Agustus 2026, sejumlah nota kesepahaman ditandatangani dalam rangka pengembangan kawasan industri modern di Bangkalan yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.

“Itu sangat baik dan masyarakat Madura sangat welcome terhadap investasi dalam bentuk apa pun. Tetapi, yang harus digarisbawahi adalah bagaimana investasi yang hadir dan masuk ke Madura mampu menyerap tenaga kerja lokal. Itu yang harus dipastikan terlebih dahulu,” kata Harisandi.

Selain penyerapan tenaga kerja, ia menekankan pentingnya memastikan investasi mampu menggerakkan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan.

“Yang kedua, sejauh mana investasi mampu menggerakkan perekonomian, perkembangan, dan pertumbuhan ekonomi di Madura, khususnya di Bangkalan. Nah, ini yang harus kita analisis,” ujarnya.

Harisandi Minta Masyarakat Lokal Rasakan Dampak Investasi

Harisandi menilai kerja sama investasi internasional dapat menjadi peluang untuk memperkuat perekonomian Madura apabila pengembangan kawasan industri terintegrasi dengan kebutuhan daerah.

Pemerintah sendiri mendorong pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura sebagai bagian dari program Two Countries Twin Parks (TCTP). Kawasan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan industri, termasuk sektor manufaktur, logistik, dan energi berkelanjutan.

Menurut Harisandi, hal terpenting yang perlu dikawal DPRD Provinsi Jawa Timur adalah sejauh mana investasi tersebut memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat lokal.

“Tetapi, yang harus kita antisipasi dari DPRD Provinsi Jawa Timur adalah sejauh mana investasi ini memberikan dampak yang luar biasa kepada masyarakat lokal. Bagaimana menjaga kultur dan spiritualitas di Madura yang dikenal agamis,” katanya.

Ia berharap investor yang masuk mampu beradaptasi dengan kultur dan budaya masyarakat Madura.

Pandangan tersebut memiliki korelasi dengan sikap anggota DPRD Jatim dari Dapil XIV Madura, Muhammad Nasih Aschal. Nasih menyatakan masyarakat Madura terbuka terhadap investasi asing, tetapi penguatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan agar manfaat investasi dirasakan masyarakat lokal.

Baca Selengkapnya: Nasih Aschal menyambut investasi asing di Madura dengan menekankan penguatan SDM dan infrastruktur agar manfaatnya dirasakan masyarakat lokal.

Kualifikasi Tenaga Kerja Perlu Disiapkan

Harisandi mengakui belum mengetahui secara terperinci ketentuan dan standar tenaga kerja yang nantinya dibutuhkan industri. Menurutnya, hal tersebut perlu dikomunikasikan sejak awal antara investor dan pemerintah daerah.

“Terkait syarat pekerja, saya rasa itu bisa dikejar. Artinya, investor juga harus banyak melakukan komunikasi dengan pemerintah setempat. Masih banyak masyarakat Madura, termasuk yang berada di luar daerah, yang nantinya dapat dikomunikasikan oleh pemerintah untuk ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi Madura,” ujarnya.

Menurut Harisandi, kebutuhan tenaga kerja harus disesuaikan dengan kualifikasi masing-masing industri. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan bersamaan dengan proses pengembangan kawasan industri.

... itu tergantung kualifikasi yang diinginkan. Jadi, tidak serta-merta semuanya membutuhkan kualifikasi S-2 atau S-3. Ada kualifikasi masing-masing dan itu yang perlu dibicarakan,” katanya.

Ia menambahkan, pengembangan kawasan industri saat ini masih melalui sejumlah tahapan, termasuk pembebasan lahan, perizinan, serta penentuan lokasi pembangunan fasilitas industri. Naskah sumber memang menempatkan kesiapan tenaga kerja dan tahapan pembangunan tersebut sebagai dua persoalan yang perlu dikawal.

Infrastruktur Harus Mengikuti Pertumbuhan Kawasan Industri

Selain kesiapan sumber daya manusia, Harisandi menyoroti pentingnya infrastruktur untuk menopang investasi.

Menurutnya, investasi tidak cukup dimaknai sebagai pembangunan pabrik atau gedung baru. Pemerintah daerah perlu memastikan akses menuju kawasan industri tersedia sehingga aktivitas ekonomi dapat berkembang.

“Investasi ini tidak hanya soal pembangunan jalan baru atau gedung-gedung baru. Akses yang mengarah kepada pertumbuhan ekonomi juga merupakan infrastruktur. Jadi, seumpama di titik tertentu akan dibangun pabrik besar, tentu pemerintah daerah harus menyiapkan akses jalan menuju lokasi tersebut,” jelasnya.

Dorongan tersebut sejalan dengan perhatian DPRD Jatim terhadap kesiapan infrastruktur dalam menyambut investasi asing di Madura. Anggota DPRD Jatim Agus Wahyudi sebelumnya meminta pemerintah memastikan kesiapan akses jalan, listrik, air bersih, kepastian hukum, serta kemudahan perizinan agar investasi dapat berkembang.

Baca Selengkapnya: DPRD Jatim mendorong kesiapan infrastruktur, kepastian hukum, dan kemudahan perizinan untuk mendukung masuknya investor asing ke Madura.

Investasi Diharapkan Percepat Pemerataan Ekonomi Madura

Harisandi menilai investasi menjadi salah satu peluang untuk mendorong pemerataan pembangunan di Madura. Namun, keberhasilannya harus diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana kehadiran investasi di Pulau Madura mampu memberikan dampak dan perkembangan ekonomi yang nyata bagi Madura,” tegasnya.

Menurutnya, investasi yang baik harus mampu menyerap tenaga kerja lokal, mengurangi pengangguran, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta tetap memahami kultur dan budaya masyarakat setempat.

Pandangan tersebut konsisten dengan pernyataan Harisandi sebelumnya ketika mendorong Madura merasakan “kemerdekaan ekonomi”. Ia menekankan perlunya pemerataan pembangunan, penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, serta pemenuhan infrastruktur dasar agar masyarakat Madura tidak hanya menjadi penonton pembangunan.

Baca Selengkapnya: Harisandi Savari mendorong pemerataan pembangunan, penguatan industri, dan infrastruktur agar masyarakat Madura benar-benar merasakan kemerdekaan ekonomi

“Ketika sudah berjalan nantinya, tentu perkembangannya harus memberikan kemajuan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Pengangguran juga harus terserap sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” pungkas Harisandi. (Nora)

Berita Terkait

Berita Terkait

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Agenda DPRD Provinsi Jawa Timur

Index Menu

Index Menu