Kawal Investasi Dubai-Tiongkok di Madura, Achmad Iskandar Dorong Dukungan Regulasi dan Infrastruktur
Achmad Iskandar mendorong dukungan regulasi dan infrastruktur untuk mengawal investasi asing di Madura agar membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.
SURABAYA — Anggota DPRD Jawa Timur Achmad Iskandar menyambut baik masuknya investasi skala besar ke Pulau Madura. Sebagai legislator dari daerah pemilihan Madura, ia menilai kehadiran investor global dari Dubai dan Tiongkok merupakan momentum yang perlu dikawal bersama oleh eksekutif dan legislatif.
“Kami di DPRD Jawa Timur pada prinsipnya siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi pengawasan, dorongan anggaran infrastruktur pendukung, maupun fasilitasi regulasi. Masuknya investor global ini membuktikan bahwa iklim investasi di Jawa Timur, khususnya Madura, sangat kompetitif dan menarik,” ujar mantan birokrat ini, Senin (14/09/2026).
Ia menambahkan, sinergi lintas sektoral harus terus dijaga agar pembangunan kawasan industri Bangkalan mampu memberikan multiplier effect (efek ganda) yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja dan penggerakan roda ekonomi UMKM di sekitar kawasan.
“Dengan kesiapan infrastruktur dan komitmen kuat dari berbagai pihak, kawasan industri Madura optimistis dapat menjadi motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan,” jelasnya.
Infrastruktur dan Regulasi Jadi Penunjang Investasi
Terpisah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima audiensi strategis jajaran PT Wiraraja Madura Internasional bersama delegasi investor global asal Dubai, Uni Emirat Arab, dan Tiongkok di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Pertemuan tersebut digelar untuk mematangkan rencana pengembangan kawasan industri modern di Kabupaten Bangkalan, Madura, yang dalam naskah ini disebut akan mulai melaksanakan pembangunan fisik pada awal 2027.
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Direktur PT Wiraraja Madura Internasional, Akhmad Ma’ruf Maulana, beserta jajarannya.
Dari delegasi Dubai, hadir Wakil Presiden Bidang Infrastruktur ODASCO LLC, Odeh Asalem Automation Systems, bersama Anggota Dewan Direksi Yahia Odeh Al Salem serta Wakil Presiden Bidang Teknis dan Riset Pengembangan (Research and Development/R&D) Sayed Hussein.
Sementara itu, delegasi Tiongkok diwakili Pendiri Platform Home Easy Renovation sekaligus Ketua Cabang Industri Furnitur Kamar Dagang Anhui di Suzhou, Lu Shaojie, serta Direktur Yongyun Municipal Engineering Co., Ltd., Dai Xingwang.
Baca Selengkapnya:
-
DPRD Jatim mendorong pemerintah menyiapkan infrastruktur, kepastian hukum, dan kemudahan perizinan untuk menyambut minat investor asing di Madura
-
Anggota DPRD Jatim dari Dapil XIV Pulau Madura Nasih Aschal menyatakan masyarakat Madura terbuka terhadap investasi asing. Ia mendorong peningkatan SDM, infrastruktur, dan regulasi agar investasi memberi manfaat bagi warga lokal
-
Harisandi Savari anggota DPRD Jatim dari Dapil XIV Pulau Madura mendorong pemerataan pembangunan, penguatan industri garam, dan infrastruktur dasar agar Madura mampu mengejar ketertinggalan dan memperkuat ekonomi masyarakat
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah dan Akhmad Ma’ruf Maulana membahas kesiapan pihak pengembang dalam merealisasikan pengembangan kawasan industri tersebut.
Proyek tersebut direncanakan mulai dieksekusi pada awal 2027 atau beberapa bulan setelah penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada awal Agustus 2026.
Investasi Diharapkan Buka Lapangan Kerja
Achmad Iskandar menilai masuknya investasi ke Madura perlu diikuti kesiapan infrastruktur dan kebijakan yang mampu memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat lokal.
Arah tersebut sejalan dengan pemberitaan DPRD Jatim sebelumnya yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur penunjang, kepastian hukum, dan kemudahan perizinan agar investasi asing di Madura memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Selain membuka lapangan pekerjaan, investasi juga diharapkan mendorong keterlibatan UMKM dan pelaku usaha lokal dalam rantai ekonomi kawasan.
Dengan demikian, pengembangan kawasan industri di Bangkalan tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga dapat memperkuat perekonomian masyarakat Madura.










