Tekan Biaya Produksi, Khusnul Dorong Pemanfaatan Alsintan di Jember
Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur Khusnul Khuluk mendorong pemanfaatan alsintan untuk membantu petani Jember mempercepat pengolahan lahan sekaligus menghemat tenaga dan biaya produksi.
JEMBER – Mekanisasi pertanian dinilai menjadi salah satu cara untuk mengurangi beban tenaga dan biaya yang dikeluarkan petani dalam mengolah lahan. Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Drs. H. M. Khusnul Khuluk, mendorong pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) agar proses budidaya semakin efisien sekaligus mampu menjaga produktivitas pangan.
Dorongan tersebut disampaikan Khusnul saat menyerahkan bantuan traktor tangan (hand tractor) kepada kelompok tani di Desa Andongsari, Kabupaten Jember, Minggu (20/09/2026).
Bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur 2026 itu diterima petani dari Kelompok Tani Margi Utomo dan Margo Rahayu 1. Penyerahan turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Jember Feny Purwatiningsih, penyuluh pertanian, serta tokoh masyarakat.
Bagi Khusnul, penggunaan alat pertanian bukan semata-mata menggantikan pekerjaan manual. Mekanisasi dibutuhkan agar waktu pengolahan lahan dapat dipersingkat dan tenaga yang dibutuhkan petani dapat ditekan.
“Kalau pengolahan lahan bisa dilakukan lebih cepat dan efisien, petani tentu bisa lebih menghemat tenaga dan biaya. Ini penting agar produktivitas pertanian terus terjaga,” katanya.
Alsintan Jadi Instrumen Efisiensi Usaha Tani
Efisiensi menjadi salah satu tantangan dalam menjaga keberlanjutan usaha pertanian. Karena itu, Khusnul menilai dukungan kepada petani tidak cukup hanya diarahkan untuk mengejar peningkatan hasil panen.
Proses produksi juga perlu dibuat semakin efektif agar petani dapat mengoptimalkan lahan dengan penggunaan tenaga, waktu, dan biaya yang lebih efisien.
Traktor tangan yang disalurkan di Andongsari diharapkan membantu kelompok tani mempercepat tahapan pengolahan tanah sebelum memasuki proses budidaya.
“Bantuan alsintan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan hasil produksi pangan dan menghasilkan pangan yang lebih sehat serta berkelanjutan, demi memperkuat ketahanan pangan dan mendukung langkah menuju swasembada pangan,” ujar Khusnul Khuluk.
Modernisasi pertanian juga menjadi perhatian Komisi B DPRD Jawa Timur. Sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD Jatim Deni Prasetya menilai penggunaan alsintan dan teknologi pertanian diperlukan untuk menjaga produktivitas serta mempertahankan surplus produksi beras Jawa Timur.
Baca Selengkapnya: DPRD Jatim mendorong modernisasi pertanian melalui pemanfaatan alsintan dan teknologi untuk menjaga produktivitas serta mempertahankan surplus produksi beras Jawa Timur
Bantuan Alsintan Perlu Menjawab Kebutuhan Petani
Khusnul menilai kebutuhan alat pertanian tidak selalu sama pada setiap wilayah. Kondisi lahan, jenis komoditas, hingga kebutuhan kelompok tani perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan bentuk bantuan.
Karena itu, pemetaan kebutuhan petani menjadi penting agar alsintan yang disalurkan benar-benar digunakan dan memberikan dampak terhadap proses produksi.
Pendekatan tersebut sekaligus diperlukan agar bantuan tidak berhenti pada penyerahan peralatan, tetapi berlanjut pada pemanfaatan secara produktif oleh penerima.
“Harapannya, bantuan ini benar-benar digunakan untuk kepentingan kelompok dan bisa memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.
Pengelolaan Bersama Perlu Diperkuat
Khusnul berharap traktor tangan tersebut dikelola secara bersama oleh kelompok tani. Pola tersebut memungkinkan satu alat digunakan oleh lebih banyak petani sesuai kebutuhan pengolahan lahan.
Pemanfaatan secara kolektif juga penting agar bantuan yang bersumber dari anggaran daerah memberikan manfaat lebih luas bagi anggota kelompok.
Dukungan alsintan dengan pendekatan serupa sebelumnya diberikan kepada 11 kelompok tani di Kabupaten Tuban. Bantuan tersebut terdiri atas 10 unit traktor tangan dan satu mesin tanam padi (rice transplanter) untuk meningkatkan efisiensi pengerjaan lahan dan produktivitas pertanian.
Baca Selengkapnya: Aulia Hany Mustikasari mendorong produktivitas petani melalui bantuan alsintan kepada kelompok tani di Tuban untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan
Mekanisasi Dukung Ketahanan Pangan dari Tingkat Petani
Khusnul menilai penguatan ketahanan pangan perlu dimulai dari kemampuan petani mempertahankan proses produksi secara berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, alsintan menjadi salah satu sarana pendukung. Petani tetap membutuhkan dukungan lain sesuai persoalan di lapangan, mulai dari sarana produksi hingga ketersediaan air.
Persoalan sarana produksi pertanian juga menjadi perhatian DPRD Jatim di daerah lain. Di Kabupaten Malang, misalnya, DPRD mendorong intervensi berupa suplai air, pompa, sumur bor, dan perbaikan pengairan untuk membantu petani bawang putih yang menghadapi kekeringan.
Baca Selengkapnya: DPRD Jatim mendorong dukungan sarana produksi dan pengairan bagi petani bawang putih di Malang untuk menjaga keberlanjutan usaha tani di tengah kekeringan
Bagi Khusnul, bantuan traktor tangan di Andongsari diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan produksi petani dari tingkat kelompok.
Dengan proses pengolahan lahan yang lebih cepat dan efisien, produktivitas pertanian diharapkan dapat terus dijaga sekaligus mendukung ketahanan pangan Jawa Timur dan agenda swasembada pangan.










