Mohammad Soleh: Pengorbanan KH Hasan Gipo untuk NU dan Indonesia Tak Ternilai
Anggota DPRD Jatim Mohammad Soleh mendorong penguatan kajian dan dokumen sejarah untuk mendukung pengusulan KH Hasan Gipo sebagai Pahlawan Nasional. Hasan Gipo tercatat sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU pertama dan memiliki peran penting dalam fase awal perkembangan NU.
Mohammad Soleh Dorong KH Hasan Gipo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
SURABAYA — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Mohammad Soleh mendorong penguatan kajian dan dokumentasi sejarah KH Hasan Gipo sebagai bagian dari upaya pengusulannya untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional.
Politisi Fraksi Partai Demokrat itu menilai peran Hasan Gipo dalam perjalanan awal Nahdlatul Ulama (NU) serta aktivitas pergerakan pada masa kolonial perlu terus digali dan diperkenalkan kepada masyarakat.
Hasan Gipo tercatat sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pertama sejak NU berdiri pada 1926. Arsip sejarah NU juga mencatatnya dengan jabatan President dalam struktur Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO).
“KH Hasan Gipo adalah pilar sejarah yang teramat penting bagi perjalanan umat Islam dan bangsa Indonesia. Peran besar beliau dalam membidani lahirnya PBNU pertama membuktikan bahwa nasionalisme kaum religius telah berakar jauh sejak masa prakemerdekaan,” ujar Mohammad Soleh, Jumat (25/09/2026).
Saudagar yang Menopang Perkembangan Awal NU
Jejak Hasan Gipo tidak hanya berkaitan dengan kepemimpinan organisasi. NU Online mencatat ia berasal dari lingkungan keluarga santri sekaligus saudagar di kawasan perdagangan Surabaya.
Hasan Gipo memiliki kedekatan dengan KH Abdul Wahab Hasbullah dalam aktivitas pergerakan. Ia tercatat terlibat dalam Nahdlatul Wathan dan forum Taswirul Afkar sebelum berdirinya NU.
Peran finansialnya juga tercatat dalam perjalanan awal organisasi. Ketika para ulama membentuk Komite Hijaz, Hasan Gipo disebut ikut memelopori penghimpunan dana dan memberikan sumbangan besar. Kemampuan administrasi dan penggalangan dana menjadi bagian dari alasan dirinya dipercaya dalam struktur awal NU.
Soleh menilai jejak tersebut penting dikenalkan kepada generasi sekarang sebagai bagian dari sejarah perjuangan masyarakat dan ulama.
“Hal ini agar generasi masa kini memahami bahwa kemerdekaan Indonesia diraih atas keringat, darah, serta keikhlasan kolektif dari berbagai elemen, termasuk para ulama dan tokoh masyarakat,” jelasnya.
Langgar Gipo Simpan Jejak Pergerakan
Jejak keluarga Hasan Gipo juga masih dapat ditemukan di Surabaya melalui Langgar Gipo atau Musala Bani Gipo di kawasan Kalimas Udik.
Pemerintah Kota Surabaya mencatat Langgar Gipo sebagai tempat yang berkaitan dengan aktivitas para ulama dan pergerakan pada masa kolonial. Bangunan tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan pada 2024 diresmikan sebagai bagian dari destinasi Kota Lama Surabaya.
Catatan Pemkot Surabaya menyebut Hasan Gipo mengoptimalkan fungsi langgar tersebut sebagai salah satu tempat aktivitas pergerakan. Sejumlah tokoh dan ulama juga disebut pernah berkumpul di lingkungan Langgar Gipo untuk membicarakan perjuangan dan pendidikan masyarakat.
Soleh Dorong Penguatan Kajian dan Dokumen Historis
Soleh menyatakan dukungannya terhadap upaya pengusulan Hasan Gipo sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, proses tersebut perlu ditopang dokumen historis dan kajian yang kuat.
Ia mendorong keterlibatan pemerintah daerah, akademisi, sejarawan, keluarga, organisasi kemasyarakatan, dan pihak terkait lainnya untuk memperkuat bukti mengenai rekam jejak Hasan Gipo.
Langkah tersebut dinilai penting karena pemberian gelar Pahlawan Nasional bukan keputusan DPRD ataupun pemerintah daerah, melainkan melalui proses pengusulan dan verifikasi sesuai ketentuan sebelum ditetapkan pemerintah pusat.
Soleh berharap masyarakat Jawa Timur, termasuk warga Nahdlatul Ulama, turut menjaga dan memperkenalkan sejarah perjuangan tokoh-tokoh daerah kepada generasi berikutnya.
“Menghargai jasa pahlawan bukan sekadar memberikan plakat atau penghargaan simbolis, melainkan bagaimana bangsa ini mampu meneladani semangat keikhlasan, integritas, dan pengorbanan tanpa pamrih yang telah dicontohkan oleh para pendahulu,” jelasnya.
Perhatian terhadap Sejarah dan Nilai Perjuangan NU
Perhatian terhadap sejarah serta nilai perjuangan NU juga memiliki keterkaitan dengan pemberitaan DPRD Jatim sebelumnya.
Anggota DPRD Jatim Anik Maslachah, misalnya, pernah mengajak NU memperkuat soliditas badan otonom, pendidikan madrasah, serta syiar Ahlussunnah Wal Jamaah. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai dasar dan semangat perjuangan NU di tengah perkembangan zaman.
Baca selengkapnya: Tolak Jadi Angka Statistik, Anik Maslachah Ajak NU Perkuat Soliditas Banom dan Syiar
Soleh berharap penggalian sejarah Hasan Gipo tidak berhenti pada wacana gelar, tetapi juga memperluas pengetahuan masyarakat mengenai peran tokoh-tokoh Jawa Timur dalam perjalanan organisasi keagamaan dan kebangsaan Indonesia.
(Yudhie)










