Dewanti Rumpoko Soroti Karhutla Gunung Kawi, Personel Siaga Diminta Diperkuat
Anggota Komisi D DPRD Jatim Dewanti Rumpoko meminta koordinasi, personel siaga, dan sarana pemadaman diperkuat setelah kebakaran terpantau di Bukit Jabal, Desa Kucur, Kabupaten Malang.
Titik Api Muncul di Bukit Jabal, Dewanti Rumpoko Minta Mitigasi Diperkuat
SURABAYA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terpantau di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang. Kebakaran terbaru teridentifikasi di Blok Bukit Jabal, Desa Kucur, Kecamatan Dau, dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 12,5 hektare.
Munculnya kebakaran tersebut mendapat perhatian Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Dewanti Rumpoko. Ia meminta keselamatan masyarakat, petugas, dan pihak yang beraktivitas di sekitar kawasan terdampak menjadi prioritas dalam penanganan.
“Oleh sebab itu, keselamatan masyarakat, wisatawan, serta para petugas di lapangan harus ditempatkan sebagai prioritas mutlak yang tidak boleh dikompromikan,” ujar Dewanti, Sabtu (26/09/2026).
Dewanti tercatat sebagai anggota Komisi D DPRD Jatim, komisi yang salah satu bidang tugasnya mencakup pengendalian lingkungan hidup.
Bukit Jabal Terbakar 12,5 Hektare
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Malang yang dikutip dalam pemberitaan terkini, kebakaran di Blok Bukit Jabal terpantau sejak Kamis (24/09/2026).
Lokasi kebakaran berada di wilayah kehutanan Pujon dan Kepanjen. Dua titik api dilaporkan berada di sekitar koordinat 7.953195° LS, 112.510429° BT dan 7.9511° LS, 112.5108° BT.
Petugas masih melakukan pemantauan dan penyisiran untuk mengetahui perkembangan kondisi kawasan sekaligus mengantisipasi kemunculan titik api lainnya.
Dewanti menilai kondisi tersebut membutuhkan koordinasi penanganan yang kuat, khususnya karena kebakaran Gunung Kawi telah berlangsung di sejumlah titik.
“Saya mendorong agar pemerintah daerah bersama instansi kehutanan memperkuat koordinasi, menambah personel siaga, serta mengoptimalkan sarana prasarana pemadaman guna meminimalisasi kerugian lingkungan yang lebih luas,” jelasnya.
Area Terbakar Gunung Kawi Dilaporkan Capai 1.538 Hektare
Bukit Jabal menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam rangkaian karhutla Gunung Kawi.
Data pemantauan yang diberitakan pada Jumat (25/09/2026) menyebut total luasan kawasan terbakar mencapai sekitar 1.538 hektare. Angka tersebut berasal dari pendataan melalui Pos Lapang Merkusi sekitar 389 hektare dan Pos Lapang Selorejo sekitar 1.149 hektare.
Luas tersebut bertambah dibandingkan data sebelumnya yang mencatat kawasan terdampak sekitar 1.459 hektare. Namun, data luas kebakaran masih dapat berubah seiring proses pemantauan, pemetaan koordinat, dan penanganan yang terus berlangsung.
Petugas gabungan juga melakukan pengamatan dari Pos Merkusi Precet di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, serta Pos Selorejo di Kecamatan Dau. Selain pemadaman dan penyisiran, sosialisasi pencegahan kebakaran kepada warga yang beraktivitas di kawasan hutan turut dilakukan.
Dewanti Dorong Penguatan Personel dan Sarana Pemadaman
Dewanti meminta penanganan karhutla tidak hanya diarahkan pada pemadaman api, tetapi juga pencegahan meluasnya kebakaran dan perlindungan terhadap personel di lapangan.
Menurutnya, pemerintah daerah dan instansi kehutanan perlu memastikan personel, peralatan, akses penanganan, serta koordinasi antarpihak siap digunakan ketika ditemukan titik api.
Ia juga menempatkan perlindungan ekosistem sebagai bagian penting dari penanganan karhutla karena dampak kebakaran tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan.
Mitigasi Gunung Kawi Sebelumnya Sudah Disorot DPRD
Persoalan karhutla Gunung Kawi sebelumnya telah mendapat perhatian Anggota Komisi D DPRD Jatim Siadi.
Ketika luas kebakaran dilaporkan mencapai sekitar 1.459 hektare, Siadi meminta sistem mitigasi dievaluasi dan diperkuat. Ia mendorong koordinasi lintas sektor, kesiapan sarana pemadaman, jalur evakuasi, sekat api, serta dukungan operasional bagi tim lapangan.
Baca selengkapnya: Kebakaran Gunung Kawi Capai 1.459 Hektare, Siadi Minta Evaluasi Mitigasi Karhutla
Perhatian serupa muncul setelah karhutla terjadi di kawasan Gunung Bancak, Magetan. Anggota DPRD Jatim Atika Banowati meminta kewaspadaan dan mitigasi dini diperkuat, disertai edukasi masyarakat serta penelusuran penyebab kebakaran.
Baca selengkapnya: Karhutla Gunung Bancak, Atika Banowati Ingatkan Ancaman Kemarau Ekstrem
Dewanti berharap penguatan koordinasi dan kesiapan sarana di lapangan dapat mencegah kebakaran berkembang lebih luas sekaligus menjaga keselamatan personel dan masyarakat di sekitar kawasan terdampak.
(Yudhie)










